0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Equityworld Futures Medan – Petinggi Blue Bird (BIRD) Tiba-Tiba Jual 52,56 Juta Saham, Ada Apa? | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, CNBC Indonesia – Petinggi sekaligus pewaris emiten transportasi PT Blue Bird Tbk (BIRD), Sri Adriyani Lestari melego 52.560.000 lembar saham perusahaan dengan harga Rp1.490 per saham pada 15 Juni 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/7/2026) harga tersebut tergolong diskon dari harga terendah saham BIRD pada perdagangan efek saat itu yang berada di level Rp1.545. Bahkan, pada 15 Juni 2026, saham Blue Bird ditutup menguat hingga 70 poin ke posisi Rp1.610 per saham.

Dari hasil penjualan tersebut, Sri meraup dana senilai Rp78,31 miliar. Sementara tujuan transaksi tersebut dikatakan untuk kepentingan pribadi. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Sri di BIRD berkurang dari sebelum transaksi 62.560.000 saham atau mewakili hak suara 2,50% menjadi 10.000.000 saham atau mewakili hak suara 0,40% setelah transaksi. Sebagai bagian dari pengendali Blue Bird, Sri menegaskan akan tetap mempertahankan pengendaliannya atas perseroan. “Ya (mempertahankan pengendalian),” imbuh manajemen.

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026) akhir pekan kemarin, saham BIRD kembali berakhir di zona hijau dengan kenaikan 10 poin ke posisi Rp1.610 per saham. Pada perdagangan hari ini, saham BIRD tercatat menguat 10 poin (0,62%) ke posisi Rp1.620 per saham. Sementara dalam seminggu, saham perseroan terlihat menguat Rp4,50%, meskipun secara tahunan (year to date/ YTD) saham Blue Bird melemah 4,41%.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *