0 0
Read Time:3 Minute, 34 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti IHSG Melesat 0,86% ke Level 6.228 Ditopang Saham BBRI dan TLKM | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,86% pada akhir perdagangan sesi pertama, Senin (20/7/2026), didorong aksi beli yang terjadi hampir di seluruh sektor di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang sejumlah agenda penting bank sentral pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, IHSG berada di level 6.228,92, melonjak 53,38 poin atau 0,86% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks diikuti membaiknya market breadth. Tercatat sebanyak 398 saham menguat, 188 saham melemah, sementara 205 saham bergerak stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp 8,27 triliun dengan volume perdagangan 20,1 miliar saham dalam 1,4 juta kali transaksi. Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan di bursa menguat dengan hanya kesehatan dan utiliti yang terkoreksi. Sementara itu sektor konsumer primer naik 1,47%, barang baku ,118%, energi 0,99% dan properti 0.98%.

Apa manfaatnya?

Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi penggerak utama kinerja IHSG dengan kenaikan 11,68 indeks poin, lalu diikuti oleh Telkom Indonesia (TLKM) sebanyak 7,38 indeks poin dan Bank Central Asia (BBCA) 4,41 indeks poin. Saham BBRI juga tercatat menjadi yang paling diborong investor asing pada sesi pertama dengan net buy senilai Rp 117 miliar, meski secara keseluruhan di pasar modal hari ini asing membukukan aksi jual bersih (net sell) Rp 303 miliar. Saham TLKM juga diborong asing senilai Rp 18 miliar, sedangkan BBCA tercatat dijual asing (net sell) Rp 53 miliar. Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi.

Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi, sekaligus menunggu rangkaian keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral dunia. Dari dalam negeri, fokus utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026). Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, seiring mulai stabilnya rupiah dan inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran bank sentral.

Sementara itu, dari eksternal pelaku pasar juga menantikan keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, suku bunga European Central Bank (ECB), serta rilis data perdagangan dan inflasi Jepang.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *