0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: BEI Tambah Kriteria HSC, 37 Saham ‘Jumbo’ Bakal Masuk Daftar | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) List. Hasil evaluasi tersebut membuat sebanyak 37 emiten baru akan masuk ke dalam daftar saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kriteria serta faktor pemicu (trigger factors) yang digunakan dalam penentuan saham HSC. Sebagai hasilnya, BEI merevisi metodologi HSC dengan menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio. Jeffrey menjelaskan kriteria price impact ratio akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi.

Bagaimana cara kerjanya?

Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. “Artinya saham-saham yang aktivitas volume transaksinya rendah Tentu akan menghasilkan velocity yang rendah. Dengan velocity yang rendah tetapi dengan perubahan harga yang besar Tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi. Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening Terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration,” jelas Jeffrey di konferensi pers BEI, Jakarta, Selasa, (14/7/2026). Meski demikian, Jeffrey menegaskan faktor pemicu lain yang selama ini digunakan dalam fungsi pengawasan tetap akan diterapkan.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk mendeteksi indikasi konsentrasi kepemilikan maupun aktivitas perdagangan yang memerlukan perhatian khusus.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *