0 0
Read Time:2 Minute, 4 Second

Equityworld Futures Medan – BEI Revisi Metode HSC, 37 Emiten Baru Masuk dalam Daftar | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

BURSA Efek Indonesia (BEI) merevisi metodologi perhitungan high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Ini dilakukan dengan menambah kriteria baru berupa price impact ratio. Direktur BEI Jeffrey Hendrik mengatakan penambahan kriteria baru ini merupakan bagian dari komitmen bursa untuk secara konsisten menjalankan agenda reformasi pasar modal.

Jeffrey menjelaskan, price impact ratio adalah rasio perubahan harga saham terhadap velocity-nya. Velocity merupakan perbandingan antara rata-rata volume transaksi terhadap jumlah saham yang ada di publik atau free float.

Saham dengan volume transaksi rendah akan menghasilkan velocity yang rendah. “Dengan velocity yang rendah tetapi dengan perubahan harga yang besar tentu akan menghasilkan price impact ratio yang tinggi,” tutur Jeffrey dalam konferensi pers di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 14 Juli 2026.

Implikasi Pasar: IPO baru berpotensi menambah likuiditas dan variasi instrumen investasi di BEI. Investor dapat mencermati prospek bisnis dan valuasi emiten baru sebelum melakukan alokasi dana.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *