Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Anak Presiden Turun Gunung Selamatkan Rupiah, Ajak Warga Buang Dolar | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Anak Presiden RI ikut turun gunung untuk menyelamatkan ekonomi ketika pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terjadi. Ia adalah Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto, putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto.
Pada awal 1998, Tutut menggagas gerakan khusus demi memperkuat rupiah di tengah krisis moneter. Kala itu, Indonesia memang sedang berada dalam situasi sulit. Menurut catatan Jan Luiten van Zanden dalam Ekonomi Indonesia 1800-2010 (2012), nilai tukar rupiah jatuh drastis dari semula stabil di kisaran Rp2.000 per dolar AS merosot hingga sekitar Rp10.000-12.000 per dolar AS.
Kondisi ini dipicu gejolak mata uang baht Thailand pada pertengahan 1997 yang kemudian merambat ke berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Di tengah situasi tersebut, Tutut Soeharto pada Januari 1998 menginisiasi Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana, yakni mengajak masyarakat melepas simpanan dolar AS demi membantu penguatan rupiah sekaligus memulihkan kepercayaan terhadap ekonomi nasional. “Gerakan Cinta Rupiah (Getar) yang dipelopori Ny. Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut benar-benar menggetarkan,” tulis koran Bali Post (16 Januari 1998).
Apa manfaatnya?
Tutut sendiri memberi contoh langsung. Dia tercatat melepas US$50 ribu milik pribadinya untuk ditukar ke rupiah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan bukan hanya untuk membantu menguatkan rupiah, tetapi juga meningkatkan rasa cinta terhadap Indonesia. Tak lama setelah diinisiasi Tutut, sejumlah pejabat negara ikut melakukan hal serupa. Dalam pemberitaan Bali Post (13 Januari 1998), beberapa anggota MPR tercatat mendatangi bank untuk menukar dolar AS mereka ke rupiah.
Salah satu nama yang ikut melakukan aksi tersebut adalah sosok Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjadi anggota MPR Fraksi ABRI. “Di antara rombongan itu (red, yang menukar dolar AS) tampak ketua Panitia Ad Hoc MPR, Hartono, Wakil Ketua Susilo Bambang Yudhoyono. […] Susilo Bambang Yudhoyono menukar US$1.300,” ungkap Bali Post (13 Januari 1998).
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Memang Tinggi, tapi Pemerintah Punya Banyak PR | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Berdarah-darah, Dividen Saham Masih Layak Diburu? | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Tembus 6.000, Dony Oskaria: Hilangkan Keraguan, Jaga Optimisme | Equityworld EWF Medan
