0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Equityworld Futures Medan – INET Tender Offer Saham PADA, Diskon 50% dari Harga Kemarin | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures — PT Sinergy Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi menjadi pengendali baru PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) setelah mengakuisisi saham milik Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat) sebanyak 1.687.455.000 lembar. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut setara dengan 53,57% dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga transaksi Rp63 per lembar saham. Adapun INET wajib melakukan penawaran tender kepada pemegang saham publik PADA. Penawaran tender wajib akan ditujukan kepada pemegang 900 juta saham atau setara 28,57% dari total saham yang dimiliki masyarakat.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp63 per saham, sama dengan harga yang digunakan dalam transaksi pengambilalihan dari Kopindosat. Nilai penawaran tender wajib adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp56,7 miliar “Harga penawaran tender wajib tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham perusahaan sasaran di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir, yaitu sejak 29 Juli 2025 hingga 26 Oktober 2025, yang tercatat sebesar Rp59,10 per saham,” tulis manajemen, dikutip Rabu (17/6/2026). Harga penawaran tersebut 50,39% di bawah harga saham PADA saat penutupan perdagangan Senin (15/6), yang berada di level Rp127 per lembar. Hinggasesi 1 hari ini, Rabu (17/6/2026) saham PADA koreksi 4,72% ke level Rp121. Sebelum transaksi berlangsung, struktur kepemilikan saham PADA didominasi oleh Kopindosat dengan porsi 59,86% atau sebanyak 1.885.452.800 saham.

Apa manfaatnya?

Sementara itu, Sigit Kuntjahjo memiliki 364.547.200 saham atau 11,57%, dan masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5% menguasai 900 juta saham atau 28,57%. “Bapak Sigit Kuntjahjo telah mendapatkan penawaran dengan syarat dan kondisi yang sama dari pengendali naru dan karenanya merupakan pihak yang dikecualikan untuk dibeli sahamnya dalam Penawaran Tender Wajib ini sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b angka 2 POJK No. 9/2018,” tulisnya. Setelah pengambilalihan selesai, komposisi kepemilikan berubah signifikan, di mana INET menguasai 53,57% saham, Kopindosat tersisa 6,29%, Sigit Kuntjahjo tetap memiliki 11,57%, sedangkan kepemilikan publik tetap sebesar 28,57%.

Disebutkan bahwa dana untuk pelaksanaan tender offer tersebut berasal dari kas internal Sinergy Inti Andalan Prima, sehingga tidak bergantung pada pendanaan eksternal. Sinergy Inti Andalan Prima menegaskan bahwa pengambilalihan ini tidak disertai rencana untuk mengubah kegiatan usaha utama PADA. pengendali baru juga menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan delisting, membubarkan perseroan, mengubah kebijakan dividen secara material, maupun menjadikan PADA sebagai perusahaan tertutup (go private) setelah proses tender offer selesai. Untuk memuluskan aksi korporasi ini, perusahaan menunjuk PT Yakin Bertumbuh Sekuritas bertindak sebagai perusahaan efek.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *