Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Breaking! Rupiah Menguat Hampir 1%, Dolar AS Jatuh ke Rp 17.875 | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan hari ini, Rabu (10/6/2026), di zona penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini masih sejalan dengan respons pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate pada perdagangan sebelumnya. Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka di posisi Rp17.875/US$ atauterapresiasi sebesar 0,97%. Posisi ini membuat rupiah kembali turun ke bawah level psikologis Rp18.000/US$, setelah dalam beberapa hari terakhir terus berada di area Rp18.000/US$. Penguatan ini sekaligus melanjutkan kinerja positif rupiah pada perdagangan sebelumnya.
Pada Selasa (9/6/2026), rupiah ditutup menguat 0,66% ke level Rp18.050/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau bergerak stabil di posisi 99,983. Tapi diperdagangan sebelumnya,DXY harus mengalami pelemahan 0,14% di level 99,909. // Pelaku pasar masih merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada Selasa (9/6/2026). Kenaikan tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan untuk mengevaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG Bulanan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.
Bagaimana cara kerjanya?
Langkah tersebut juga bersifat pre-emptive untuk menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah. “Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portfolio asing ke Indonesia,” ujarnya. Perry menjelaskan, sesuai undang-undang dan praktik yang berjalan selama ini, BI setiap Selasa menggelar RDG Mingguan untuk mengevaluasi pelaksanaan bauran kebijakan yang telah ditetapkan dalam RDG Bulanan. Dalam evaluasi sejak RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026, nilai tukar rupiah menunjukkan perkembangan yang lebih lemah dari perkiraan.
Selain dipengaruhi gejolak global yang terus berlanjut dan tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, tekanan rupiah juga didorong oleh aliran keluar investasi portfolio asing dari Indonesia. Di sisi lain, pelemahan dolar AS di pasar global turut membuka ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah. Dolar AS melemah setelah harga minyak mentah turun tajam, seiring pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kembali memberi sinyal bahwa kesepakatan AS-Iran dapat tercapai dalam beberapa hari ke depan.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Pecahan Rupiah Ini Sudah Tidak Berlaku, Cepat Tukar Sebelum Terlambat
- → Video: China Catat Inflasi 1,3% di Februari 2026 Tertinggi di 3 Tahun | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Aksi Jual Saham Investor Asing pada Maret Rp 23,34 Triliun | Equityworld EWF Medan
