0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: BI Rate Naik Jadi 5,50%, Ekonom Ramal Rupiah Tetap Bakal Melemah | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Ekonom Bank Danamon Faisal Rahman berpandangan bahwa langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 5,5% pada hari ini (9/6/2026) merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan di tengah gejolak global. “Kami melihat bahwa paket kebijakan terbaru menandakan sikap moneter yang lebih hawkish. Selain kenaikan suku bunga kebijakan sebesar 25bps, BI telah menerapkan serangkaian langkah komprehensif, termasuk imbal hasil SRBI yang lebih tinggi, biaya lindung nilai yang lebih rendah, perluasan fasilitas likuiditas, dan peningkatan intervensi valuta asing. Langkah-langkah ini dirancang untuk menstabilkan Rupiah, memulihkan kepercayaan investor, menarik masuknya modal asing, dan menjaga inflasi tetap terkendali di tengah lingkungan global yang semakin menantang,” ujarnya dikutip pada Selasa (9/6/2026).

Faisal sendiri meyakini BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lagi di sisa kuartal tiga ini “Kami memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga kebijakan tambahan sebesar 25bps menjadi 5,75% pada kuartal ketiga 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutannya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan di tengah ketidakpastian yang terus meningkat,” kata Faisal. Ketidakpastian global, kata Faisal, juga menyebabkan para pelaku pasar melihat kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) menuju ke arah hawkish.

The Fed juga diperkirakan akan menaikkan suku bunga satu kali pada akhir tahun ini. “Dalam kondisi ini, BI kemungkinan akan mempertahankan bias kebijakannya yang pro-stabilitas guna mempertahankan perbedaan suku bunga yang memadai dibandingkan dengan Fed Funds Rate (FFR) sehingga dapat mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik di mata investor global,” imbuh Faisal. Kerentanan juga menjalar hingga dalam negeri, terutama terkait dengan potensi dampak lanjutan dari kenaikan harga energi dan bahan bakar global terhadap prospek inflasi, posisi fiskal, dan keseimbangan eksternal Indonesia.

Apa manfaatnya?

Faisal mengatakan bahwa risiko-risiko ini dapat berkontribusi pada semakin besarnya defisit kembar (twin defisit). Adapun twin deficit dari sisi fiskal, pengumpulan pendapatan pemerintah yang lebih lemah dari perkiraan dapat mengurangi fleksibilitas fiskal pada saat kewajiban pembayaran bunga dan belanja subsidi energi meningkat, terutama jika pemerintah terus menjalankan agenda pertumbuhan yang ekspansif. Sementara itu, sektor eksternal kemungkinan akan menghadapi tekanan yang semakin besar akibat kenaikan biaya impor, khususnya energi dan input impor lainnya, sementara kinerja ekspor mungkin masih lemah di tengah melambatnya aktivitas perekonomian global dan masih adanya ketidakpastian.

Akibatnya, defisit transaksi berjalan (CAD) dapat semakin melebar tekanan terhadap rupiah. “Kami memperkirakan mata uang akan tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek hingga menengah, dengan nilai tukar berpotensi melemah menuju titik terendah Rp18.300-18.500/1US$,” jelas Faisal.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *