Equityworld Futures Medan – Saham-Saham yang Ditendang MSCI Kompak Anjlok, TPIA dan CUAN Terparah | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Saham-saham yang dikeluarkan dari indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) kompak ambles pada perdagangan Rabu (13/5/2026), setelah MSCI resmi mengumumkan hasil review indeks global periode Mei 2026. Berdasarkan pantauan perdagangan pagi ini, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 12,48% ke level 4.420. Disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang anjlok 12,17% ke posisi 830. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga melemah tajam 10,57% ke level 3.640, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 9,87% ke posisi 1.050.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 8,31% ke level 3.310 dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 5,30% menjadi 1.340.Tekanan juga terjadi pada saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 6,67%, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) melemah 6,55%, serta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun 5,26%. Kemudian PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) terkoreksi 4,95%, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 3,36%, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melemah 2,58%.
Sebelumnya, MSCI resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index tanpa ada tambahan saham baru yang masuk.Enam saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index yakni: Sementara itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index. Seluruh perubahan tersebut akan efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Adapun CGS International Sekuritas Indonesia sebelumnya memperkirakan rebalancing MSCI kali ini dapat memicu outflow pasif hingga US$1,8 miliar atau sekitar Rp31,49 triliun.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Makin Babak Belur, Cuma Trump yang Bisa Selamatkan | Equityworld EWF Medan
- → Transparansi dan Likuiditas Pasar Modal Diperkuat | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Perang Masih Memanas, IMF Ungkap Skenario Terburuk Ekonomi Dunia | Equityworld EWF Medan
