0 0
Read Time:3 Minute, 23 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Perang Masih Memanas, IMF Ungkap Skenario Terburuk Ekonomi Dunia | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan kemarin Selasa (14/4/2026). Bursa saham naik, rupiah melemah, dan Surat Oblihgasi Negara (SBN) mengalami stagnasi. Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan masih menghadapi tekanan yang cukup berat pada hari ini karena ketidakpastian perang yang masih terjadi ditambah dengan aksi sell-off yang masih terjadi di pasar domestik.

Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,34% atau naik 175,76 poin ke level 7.675,95 pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (14/4/2026). Sebanyak 548 saham naik, 151 turun, dan 119 tidak bergerak.

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 24,85 triliun, melibatkan 53,31 miliar saham dalam 3,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 13.710 triliun. // Nyaris seluruh sektor perdagangan menguat dengan kenaikan terbesar dicatatkan sektor infrastruktur dan barang baku, sedangkan hanya konsumer non primer yang melemah kemarin.

Bagaimana cara kerjanya?

Emiten konglomerat dan saham-saham blue chip fundamental kompak menguat signifikan kemarin. Adapun penggerak utama kinerja IHSG kemarin yakni DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk), MORA (PT Mora Telematika Indonesia Tbk), BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk),BRPT (PT Barito Pacific Tbk), BBCA (PT Bank Central Asia Tbk), BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk), AMMN (PT Amman Mineral Internasional Tbk), dan BMRI (PT Bank Mandiri (Persero) Tbk). Adapun pergerakan pasar finansial dan komoditas global kemarin diwarnai oleh berbagai rilis data makroekonomi utama dari kawasan Asia seperti neraca perdagangan China, PPI AS, serta dinamika geopolitik yang masih memanas karena tidak ditemukannya titik tengah negosiasi perang Iran-AS. Militer Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran pada Senin sementara Teheran mengancam akan membalas terhadap pelabuhan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk setelah perundingan akhir pekan di Islamabad untuk mengakhiri perang mengalami kegagalan. Seorang pejabat AS mengatakan komunikasi dengan Iran masih terus berlangsung, dan terdapat kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyatakan bahwa upaya penyelesaian konflik masih berjalan. Lanjut ke mata uang Garuda, Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (14/4/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan dengan depresiasi 0,09% ke level Rp17.110/US$.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *