Equityworld Futures Medan – Update pasar: Proyeksi Harga Emas 2026: Bisa Capai US$ 6.000 per Ounce? | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Perusahaan jasa keuangan terbesar Amerika Serikat (AS) JP Morgan memproyeksikan harga emas dunia yang akan melampaui level US$ 6.000 per ounce pada tahun 2026. Pada penutupan pasar Jumat (5/6/2026), harga emas masih di level US$4.328,8 per ounce.
Mengutip Yahoo Finance, proyeksi harga tersebut salah satunya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengancam stabilitas ekonomi dunia. Para analis lembaga keuangan tersebut menjelaskan bahwa lonjakan ini didorong oleh status emas sebagai aset aman (safe haven) yang semakin populer di tengah fluktuasi pasar saham. Mereka menilai pergerakan harga emas yang tumbuh hingga 64% sepanjang tahun 2025 menjadi landasan kuat bagi kenaikan harga yang lebih tinggi pada periode mendatang. Bahkan, JP Morgan memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 6.300 per ounce lantaran peningkatan pembelian bank sentral dan ketergantungan global. Pakar investasi menekankan bahwa inflasi tetap menjadi pendorong paling signifikan bagi pergerakan harga logam mulia karena keterbatasan jumlah pasokannya.
Apa manfaatnya?
Saat harga barang dan jasa meningkat secara drastis, daya beli mata uang akan menurun sehingga investor cenderung mengalihkan modalnya ke aset emas. Di sisi lain, situasi ekonomi makro seperti ancaman resesi dan fluktuasi pasar saham membuat investor cenderung menghindari produk perbankan konvensional.
Emas dipandang sebagai instrumen perlindungan nilai yang stabil secara historis saat angka pengangguran mulai merangkak naik. “Resesi, fluktuasi pasar saham, dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi dapat membuat investor gugup tentang produk perbankan dan investasi tradisional. Mereka sering beralih ke emas sebagai investasi alternatif karena secara historis emas mampu mempertahankan nilainya,” papar keterangan para ahli, dilansir Yahoo Finance, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → IHSG Turun 4% Lebih di Sesi 1, Ini Penyebabnya | Equityworld EWF Medan
- → Video: MSCI Depak 18 Saham,Pelaku Pasar Yakin RI Tetap Emerging Market | Equityworld EWF Medan
- → Daya Beli Melemah, Ekonom Ingatkan Risiko Pertumbuhan Ekonomi RI | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
