Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Heboh ‘Sell Indonesia’ Saat Rupiah-IHSG Jatuh, Muncul Nama Sosok Lama | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Investor global dilaporkan tengah kehilangan kepercayaan secara cepat terhadap Indonesia seiring jatuhnya pasar saham dengan laju tercepat di dunia serta anjloknya nilai tukar rupiah ke level terendah sepanjang sejarah. Hanya berselang lima bulan setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, indeks saham acuan Indonesia, IHSG, kini justru ambles hingga 36% dan resmi menjadi indeks dengan kinerja terburuk di dunia sepanjang tahun 2026 dari sekitar 90 indeks global yang dipantau Bloomberg.
Langkah tersebut menandai titik balik dramatis bagi negara kaya komoditas ini, yang sebelumnya selalu menjadi alokasi wajib dalam portofolio investasi pasar berkembang. Hal yang paling membuat cemas para pemilik modal adalah agenda politik Presiden Prabowo Subianto yang dinilai kian populis serta intervensi pemerintah yang terus meningkat pada negara yang selama ini dikenal ramah bagi investor asing tersebut. “Perdagangan besar di Asia saat ini adalah ‘jual Indonesia’,” ujar George Boubouras selaku Head of Research di hedge fund K2 Asset Management sebagaimana mengutip laporan Straits Times, Sabtu, (06/06/2026). Setelah beberapa dekade aktif berinvestasi di tanah air, Boubouras memutuskan untuk menarik seluruh posisi investasinya sejak tahun 2024. “Saya memiliki nol eksposur ke Indonesia. Saya tidak akan memberikan mereka kesempatan,” kata Boubouras menambahkan.
Sejak resmi menjabat pada Oktober 2024, Presiden Prabowo telah berjanji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan hingga mencapai target 8%. ia juga meluncurkan program makan siang gratis di sekolah-sekolah secara nasional, memperluas peran negara dalam perekonomian, serta menyalurkan dana miliaran dolar ke lembaga pengelola investasi Danantara. Baru-baru ini, langkah berani Presiden Prabowo untuk mengambil kendali langsung atas ekspor komoditas utama demi menekan angka penghindaran pajak justru memicu aksi jual masif pada saham-saham sektor eksportir. Bagi mayoritas investor global, keputusan hengkangnya mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati pada tahun 2025 menjadi titik balik runtuhnya kepercayaan pasar.
Bagaimana cara kerjanya?
Sri Mulyani selama ini dipandang luas sebagai penjamin disiplin fiskal yang selalu meyakinkan pasar bahwa Indonesia akan tetap mempertahankan manajemen anggaran konservatif. Kebijakan tersebut yang sebelumnya berhasil membantu Indonesia meraih peringkat utang layak investasi serta menarik modal asing jangka panjang. Kini, para pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah komitmen stabilitas fiskal tersebut masih dipertahankan oleh pemerintahan baru. Seorang strategi valuta asing regional menilai ketidakpastian politik dalam negeri ini merupakan risiko klasik yang direspon investor dengan memilih bersikap wait and see. “Ketidakpastian politik domestik adalah risiko khas pasar berkembang yang cenderung direspons oleh investor global dengan tetap berada di pinggir lapangan sampai prediktabilitas muncul kembali,” ujar Tang Yuxuan selaku Asia Head of Rates and Foreign Exchange Strategy di J.P.
Morgan Private Bank di Hong Kong. Melihat situasi pergolakan yang masih terjadi di pasar keuangan, Yuxuan menyarankan para investor untuk bertindak lebih waspada saat ini. “Kami tetap menyarankan kehati-hatian pada tahap ini,” kata Yuxuan menambahkan.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Trump Ancam Pungut Tarif 50 Persen ke Negara Pemasok Senjata Iran | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rupiah Balik Menguat, Dolar AS Tutup Dibawah Rp17.000 | Equityworld EWF Medan
- → Damai AS-Iran Abu-Abu, Harga Minyak Masih Mendekati US$100 | Equityworld EWF Medan
