Equityworld Futures Medan – Harga Minyak Jatuh 5%, Produksi OPEC Terendah 40 Tahun | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga minyak mentah dunia jatuh seiring meningkatnya optimisme investor terhadap meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pada perdagangan Jumat (5/6/2026), harga minyak acuan brent turun 2,04% atau US$1,94 menjadi US$93,09 per barel. Dalam dua hari, harga minyak brent jatuh 4,8% atau hampir 5%. Kendati demikian, harga minyak brent masih menguat 1,13% dalam seminggu.
Kenaikan ini mengakhiri tren negatif brent yang harganya jatuh dalam dua pekan beruntun sebelumnya. Sementara itu, harga minyak WTI ditutup di US$ 90,54 per barel atau anjlok 2,69%. Dalam dua hari terakhir, harganya sudah jatuh 5,7%.
Kenapa ini penting?
Harga minyak WTI masih menguat 0,54% pekan ini.
// Harga minyak sangat bergejolak pekan ini. Harga sempat menguat setelah negosiasi perdamaian antara Washington dan Teheran dihentikan, Tapi kini kembali tertekan menyusul gencatan senjata yang ditandatangani Israel dan Lebanon. Investor berharap, dengan berlakunya gencatan senjata tersebut, perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat kembali dilanjutkan. Sebelumnya, Iran menghentikan pembicaraan pada Senin sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa Washington dan Teheran berpotensi mencapai kesepakatan akhir pekan ini.
Analis pasar valuta asing Fiona Cincotta mengatakan pertanyaan utamanya bukan apakah negosiasi akan berlanjut, melainkan apakah perundingan tersebut mampu menghasilkan peningkatan pasokan minyak yang signifikan. Menurutnya, selama Selat Hormuz masih ditutup, para pelaku pasar akan tetap memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak. kebuntuan yang masih berlangsung juga terus mengurangi cadangan minyak global, sehingga harga minyak menjadi semakin sensitif terhadap setiap eskalasi konflik baru di kawasan Timur Tengah.
Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | IHSG Anjlok 1,37%, Saham Konglo Tumbang Tertekan Aksi Jual
- → IHSG Dibuka Anjlok, Kurs Rupiah Berpotensi Tembus Level 17 Ribu Hari Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Lima Risiko akibat Konflik Israel-Iran bagi Perekonomian | Equityworld EWF Medan
