Equityworld Futures Medan – Update pasar: SingTel Alihkan Saham SUPA ke GXS, Emtek-Grab Masih Pengendali | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA) memberikan penjelasan mengenai pengalihan kepemilikan Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. terhadap saham bank digital itu. Seperti diberitakan sebelumnya, entitas usaha Singtel asal Singapura itu melakukan aksi divestasi itu pada 29 Mei 2026. Jumlah kepemilikan saham SUPA yang dilepas sebesar 2,49 miliar saham atau setara 7,36%, dan dialihkan ke GXS Bank yang sahamnya dimiliki secara bersama oleh Grab dan Singtel.
Melalui keterbukaan informasi, manajemen Superbank menjelaskan kepemilikan GXS Bank di SUPA bertambah menjadi dari 10,44% menjadi 17,66% usai transaksi tersebut. Dengan begitu, pemegang saham Superbank terdiri dari A5-DB Holdings sebesar 16,14%, GXS Bank 17,66%, PT Kudo Teknologi Indonesia 16,67%, dan pemegang saham lain 49,53%. Adapun Grab memiliki kepemilikan langsung sebesar 32,81% melalui Kudo Teknologi dan A5-DB dan kepemilikan tidak langsung sebesar 17,66%.
Apa manfaatnya?
Grab juga menguasai 60% saham GSX Bank. Superbank menjelaskan bahwa PT Elang Media Visitama (EMV) tetap menjadi pemegang saham pengendali pasca pengambilalihan saham dari Singtel ke GXS Bank. Tercatat, entitas Grup Emtek itu menggenggam 27,59% saham SUPA. Di samping EMV, Kudo Teknologi yang terafiliasi dengan Grab juga tercatat sebagai pemegang pengendali SUPA. Manajemen Superbank menyatakan tidak mengetahui apakah adanya shareholders agreement atau perjanjian lain yang memberikan hak pengendalian tertentu kepada Grab atau GXS Bank pasca transaksi pengalihan tersebut.
Mengingatkan saja, bank digital Superbank dikendalikan oleh Emtek Group bersama dengan aplikasi super Asia Tenggara Grab. Pada Januari 2023, SingTel dan Grab pada telah mengakuisisi sekitar 2,4 miliar saham baru di Bank Fama (sebelum berganti nama menjadi Superbank) dengan nilai sekitar US$70 juta. Setelahnya, bank berganti nama menjadi Superbank pada bulan Februari dalam upaya untuk memperkuat layanan berbasis digital dan memperluas penawaran keuangannya. Superbank kemudian melakukan peluncuran aplikasi kepada publik pada 19 Juni 2024 dengan meluncurkan integrasi langsung dengan aplikasi Grab dan OVO.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Video: Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 8,8 T, Ini Target CIMB Niaga di 202 | Equityworld EWF Medan
- → Ada Perusahaan Entertainment Jumbo Mau IPO, Diduga Milik Raffi Ahmad | Equityworld EWF Medan
- → Suntik Lagi Perbankan Rp 100 Triliun, Menkeu Purbaya: Kita Jaga Likuiditas Sistem Keuangan dengan Serius | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
