0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

Equityworld Futures Medan – Rupiah Mata Uang Terburuk di Asia, Nyaris Tembus Rp18.000 | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Rupiah terus memburuk di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), membuat mata uang Negeri Paman Sam nyaris menyentuh Rp18.000/US$. Melansir Refinitiv, pada Jumat (1/5/2026), rupiah ditutup melemah 0,51% ke posisi Rp17.865/US$. Sedangkan sepanjang pekan ini, rupiah pun makin terpuruk yakni merosot 0,99% secara point-to-point. Sementara itu di deretan mata uang Asia, rupiah menjadi yang terburuk karena ambles nyaris 1% dalam sepekan terakhir.

Selain rupiah, ada yen Jepang dan dolar Hong Kong yang melemah. Tapi keduanya hanya melemah tipis. Bahkan di Asia Tenggara, rupiah juga menjadi yang terburuk. Sedangkan won Korea Selatan menjadi yang paling perkasa pada pekan ini, yakni melesat 0,86%, disusul rupee India yang menguat 0,72%. // Tekanan terhadap rupiah juga masih terjadi meski Bank Indonesia (BI) sudah melakukan berbagai langkah stabilisasi.

Mulai dari intervensi di pasar obligasi, intervensi langsung di pasar spot, hingga intervensi di pasar non-deliverable forward (NDF) offshore dan domestik. Bahkan, BI juga sudah menggunakan salah satu amunisi terkuatnya, yakni menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin. Ini menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak April 2024. Dengan kenaikan tersebut, BI Rate saat ini berada di level 5,25%.

Apa manfaatnya?

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang di Timur Tengah, sekaligus menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%. Tapi penguatan rupiah hanya berlangsung sesaat.

Rupiah sempat menguat pada hari pengumuman kenaikan suku bunga, tetapi sehari setelahnya kembali melemah. Hingga kini, mata uang Garuda masih terus menembus level terlemah sepanjang masa.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *