0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

Equityworld Futures Medan – Dolar Tembus Rp 17.800, Pengusaha Kini Makin Terancam! | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Rupiah masih terdepresiasi pada hari pertama perdagangan setelah libur Idul Adha pada 27-28 Mei 2026. Rupiah dibuka di posisi Rp17.800/US$ atau terdepresiasi 0,14%. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau bergerak stabil.

Per pukul 09.00 WIB, DXY berada di kisaran 98,974, setelah ditutup melemah 0,19% pada perdagangan sebelumnya. Fakhrul Fulvian, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, berpendapat bahwa rupiah saat ini sedang berada dalam fase overshooting, di mana pelemahannya sudah bergerak lebih dalam dibanding yang dijustifikasi oleh fundamental jangka panjang Indonesia. Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar cerita tentang fundamental ekonomi yang buruk, tetapi lebih kepada bagaimana pasar melihat kombinasi tekanan global, arah kebijakan domestik, dan ketidakjelasan proses penyesuaian ekonomi. “Pasar keuangan tidak hanya membaca data hari ini. Pasar membaca arah kebijakan, kredibilitas respon, dan kemampuan negara menjaga stabilitas di tengah perubahan global yang sangat cepat,” ujarnya kepada PT Equityworld Futures, Jumat (29/2/2026). Fakhrul menilai bahwa rupiah saat ini seperti menjadi titik penyesuaian utama dari berbagai tekanan yang sebenarnya seharusnya tersebar ke banyak sektor ekonomi lain.

Kenapa ini penting?

Menurut Fakhrul, saat ini terlalu banyak tekanan ekonomi yang akhirnya ditanggung oleh nilai tukar. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, ketika harga energi global naik, maka sebagian tekanan muncul di inflasi, sebagian di fiskal, sebagian di harga domestik, dan sebagian di nilai tukar.

Tapi saat adjustment domestik dibuat sangat hati-hati demi menjaga stabilitas sosial dan daya beli, maka tekanan akhirnya berpindah terlalu besar ke rupiah. “Rupiah akhirnya menjadi shock absorber utama. Inflasi ditahan, harga energi ditahan, tetapi tekanan ekonominya tidak hilang.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *