0 0
Read Time:3 Minute, 27 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Breaking News! IHSG Dibuka Ambruk 2% | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi (22/5/2026). IHSG ambles 2% ke posisi 5.973,20. Sebanyak 464 saham tercatat melemah, sementara hanya 89 saham menguat dan 406 saham stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp818,9 miliar dengan volume perdagangan 1,54 miliar saham.

Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik setelah pada perdagangan sebelumnya IHSG ambruk 3,54% ke level 6.094,94. Adapun satu perhatian investor tertuju pada kebijakan pemerintah untuk menyerahkan sepenuhnya ekspor komoditas strategis Indonesia ke BUMN khusus ekspor, yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia alias PT DSI pada 1 Januari 2027. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso selepas menghadiri sosialisasi pembentukan BUMN ekspor kepada para eksportir di sektor SDA di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026). Dengan keputusan ini, maka masa transisi pelaksanaan ekspor terpusat di PT DSI untuk komoditas batu bara, minyak mentah kelapa sawit, dan ferro alloy menjadi lebih panjang, karena masa transisinya tetap akan dilakukan per 1 Juni 2026. “Jadi dalam 3 bulan pertama itu ekspornya dilakukan oleh eksportir yang existing, tetapi dokumennya nanti qq, qq ke BUMN Ekspor. Nah, setelah itu, 3 bulan berikutnya, itu sifatnya, apa ya, kayak hybrid gitu.

Apa manfaatnya?

Jadi, kalau eksportir yang sudah siap dialihkan ke BUMN Ekspor, maka bisa sepenuhnya dialihkan ke BUMN Ekspor sampai paling lambat tanggal 31 Desember,” tegas Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026). Sebelumnya pemerintah berencana menyerahkan ekspor penuh untuk PT DSI per 1 September 2026, sebagaimana tertuang dalam rancangan Permendag yang dibahas di kantor Kemenko Perekonomian kemarin pagi. Rencana pemerintah melakukan sentralisaisi ekspor lewat satu badan mulai disorot lembaga pemeringkat global.

S&P Global Ratings memperingatkan kebijakan ini dapat menimbulkan risiko terhadap ekspor, penerimaan negara, dan neraca pembayaran Indonesia. “Faktor-faktor ini menciptakan ketidakpastian penurunan yang lebih besar terhadap peringkat Indonesia,” tulis S&P dikutip dari Reuters Kamis (21/5/2026). S&P juga menilai investasi dapat terdampak jika perubahan aturan ini menurunkan kepercayaan dunia usaha dan sentimen investasi. Sementara itu, Moody’s menilai rencana sentralisasi ekspor dapat mendukung aliran devisa masuk, tetapi juga meningkatkan risiko distorsi pasar dan membebani sentimen investor.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *