Equityworld Futures Medan – Menyoroti BI Beri Bukti Situasi Rupiah Sekarang Tak Seperti Krisis 98 | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi beberapa hari terakhir, hingga ke level atas Rp 17.700 tidak berarti kurs rupiah mengalami pelemahan sebagaimana saat kondisi krisis moneter pada era 1997-1998. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman menjelaskan, kondisi rupiah saat ini dan 1998 tidak sama karena dari sisi disparitas pelemahannya tidak sebanding. Saat ini, level pelemahan rupiah sekitar 5,5% secara point to point. “Kita musti melihat di awal tahun Rp 16.680-an sekarang Rp 17.700-an memang level 17.700 tapi kalau dilihat pelemahan 5,5%,” kata Aida dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026).
Sementara itu, saat krisis 1998 terjadi, tekanan kurs mengalami volatilitas yang sangat dalam, hingga tekanannya setara 639% secara poin to poin, yakni dari level Rp 2.300/US$ menjadi Rp 17.000/US$. “Jadi berbeda dari 1997-1998, itu kita mulai Rp 2.300 ke Rp 17.000 dalam waktu tiba-tiba dan mendadak. Ini yg dijaga BI,” ucap Aida. Meski begitu, Aida memastikan, dengan pelemahan yang lebih rendah dari kondisi 1998 walaupun secara nilai sudah setara, BI tidak tinggal diam. Ia menegaskan BI telah mengambil berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pergerakan kurs. “Saya bukan bilang ini tidak apa-apa, tapi kita harus apa-apa, artinya harus berusaha agar nilai tukar stabil, dan ini dilakukan BI dengan memastikan stabilitas nilai tukar, bukan levelnya, tapi stabilitasnya,” papar Aida.
Kebijakan untuk menjaga stabilitas kurs ini BI lakukan dengan skema bauran kebijakan, yakni memanfaatkan instrumen kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. “Ini disebut bauran kebijakan, ada jamu pahit, kenaikan BI rate, ada juga jamu Manis, kebijakan lainnya, yang memastikan uang beredar itu cukup,” tegas Aida.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Antam tak Bergerak, Simak Rincian Lengkap per Gram Hari Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Dampak Konflik Timur Tengah: Pentingnya Diversifikasi Investasi untuk Stabilitas Keuangan | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rupiah Ditutup Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Sentuh Rp17.405 | Equityworld EWF Medan
