0 0
Read Time:3 Minute, 31 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Breaking News! IHSG Anjlok 1,43% | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik anjlok pada perdagangan Kamis pagi (21/5/2026), setelah sempat dibuka menguat di awal sesi. Per pukul 09.26 WIB, IHSG ambles 1,43% atau turun 90,40 poin ke level 6.228,10. Pelemahan terjadi setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.378,81.

Sebanyak 418 saham terkoreksi, 193 saham menguat, dan 348 bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,83 triliun dengan volume perdagangan 6,04 miliar saham dalam 392.200 kali transaksi. Tekanan di pasar saham domestik terjadi di tengah respons investor terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 19-20 Mei 2026.

Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,25% dan Lending Facility menjadi 6,00%. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, kenaikan suku bunga dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik Timur Tengah serta menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran bank sentral. “Berdasarkan asesmen menyeluruh ekonomi global dan risiko yang kami sampaikan, Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate 50 basis poin menjadi 5,25%,” ujar Perry, Rabu (20/5/2026).

Kenapa ini penting?

Pelaku pasar juga mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto terkait rancangan awal APBN 2027 yang menargetkan defisit fiskal tetap dijaga rendah di kisaran 1,8%-2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). Di sisi lain, investor masih menunggu arah kebijakan moneter global, terutama risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang akan menjadi petunjuk arah suku bunga Amerika Serikat ke depan. Postur fiskal tahun depan dirancang dengan belanja negara yang lebih efisien dan produktif.

Belanja negara ditargetkan berada di kisaran 13,62%-14,8% PDB, sementara pendapatan negara akan dioptimalkan pada kisaran 11,82%-12,40% PDB. “Kita akan berjuang terus menekan dan memperkecil defisit ini,” kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Selain defisit, Prabowo juga menyampaikan sejumlah asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal atau KEM PPKF 2027. Dokumen ini akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027. Untuk nilai tukar, pemerintah menargetkan rupiah berada di kisaran Rp16.800-Rp17.500/US$ pada 2027.

Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *