Equityworld Futures Medan – Kasus Penipuan Berkedok Investasi di Bank Mantap, OJK Panggil Direksi | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan telah memanggil direksi PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) terkait kasus dugaan penipuan berkedok investasi yang diduga dilakukan mantan pegawai bank tersebut di Kantor Cabang Purwokerto, Jawa Tengah. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono mengatakan OJK juga telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penegakan hukum. “Kasus dugaan penipuan berkedok investasi di Jawa Tengah diduga dilakukan mantan karyawan Bank Mantap. OJK telah memanggil Direksi Bank Mantap untuk investigasi lebih lanjut.
OJK juga telah berkoordinasi dengan kepolisian,” ujar Dicky dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7/2026). Dicky mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip dua L, yakni legal dan logis, sebelum memutuskan berinvestasi. Sebelumnya, OJK menjelaskan pemanggilan direksi Bank Mantap dilakukan untuk meminta penjelasan mengenai kasus tersebut, menyusul indikasi banyak korban menggunakan dana pinjaman atau kredit dari Bank Mantap untuk diinvestasikan dalam skema yang diduga merupakan penipuan. OJK juga meminta Bank Mantap melakukan investigasi lebih lanjut, terutama untuk mengidentifikasi jumlah nasabah yang menjadi korban, menghitung nilai kerugian, serta memberikan pendampingan kepada nasabah terdampak. OJK masih memeriksa kebenaran informasi bahwa korban dugaan penipuan berkedok investasi tersebut tidak hanya berasal dari nasabah Bank Mantap, tetapi juga dari sejumlah bank lain di Purwokerto.
Bagaimana cara kerjanya?
Sebelumnya, Corporate Secretary Bank Mantap, Tulus Parulian, mengatakan perseroan telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat kepada oknum mantan pegawai yang diduga melakukan penipuan berkedok investasi yang bukan merupakan produk resmi bank. Hasil investigasi internal Bank Mantap menemukan tindakan tersebut merupakan inisiatif pribadi pelaku yang menawarkan investasi ilegal menggunakan dokumen yang disiapkan untuk mengelabui nasabah, terutama pensiunan. Bank Mantap menegaskan telah menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum dan membuka posko pendampingan bagi nasabah terdampak di Kantor Cabang Purwokerto.
Perseroan juga mengimbau nasabah agar hanya melakukan transaksi dan penempatan dana melalui produk, layanan, serta mekanisme resmi bank.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Realisasi Investasi RI Tembus Rp498,8 Triliun di Kuartal I-2026 | Equityworld EWF Medan
- → Khawatir Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Turun
- → Rekor Langka di RI! IHSG Hijau Royo-Royo Saat BI Rate dan Pertamax Naik | Equityworld EWF Medan
