Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rupiah Loyo Bikin Sakit Kepala, Ternyata Lira Turki Lebih Sengsara | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, kinerja rupiah sepanjang tahun ini bukan yang terburuk di dunia, karena masih ada sejumlah mata uang lain yang mencatat pelemahan lebih dalam terhadap dolar AS. Melansir data Refinitiv, rupiah berakhir di zona merah dengan pelemahan 1,03% ke level Rp17.640/US$ pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026).
Posisi tersebut membuat rupiah kembali mencatatkan level penutupan terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan ini memperpanjang tekanan yang sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Rupiah tidak hanya melemah secara harian, tetapi juga tertekan cukup dalam sejak awal tahun.
Bagaimana cara kerjanya?
Secara year to date/YTD hingga perdagangan Senin ini, rupiah sudah melemah 5,82% terhadap greenback. Tekanan tersebut membuat rupiah masuk dalam daftar mata uang dengan tekanan terbesar di dunia sepanjang tahun berjalan. // Tapi apakah rupiah menjadi mata uang terburuk di dunia?
Jawabannya tidak. Meski begitu, posisi rupiah tetap mengkhawatirkan karena masuk dalam daftar 10 besar mata uang dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS secara YTD.
Berdasarkan data yang diperoleh PT Equityworld Futures dari Refinitiv, rupiah menempati posisi ke-9 dari 10 mata uang dengan pelemahan terbesar terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan. // Pelemahan mata uang paling tajam terjadi pada rial Iran. Mata uang Iran ambruk lebih dari 3.000% terhadap dolar AS secara YTD.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Siap-Siap, Emiten Batu Bara Boy Thohir (AADI) Buyback Saham Rp5 T | Equityworld EWF Medan
- → 206 Juta Barel Minyak Menguap di Hormuz, Setara 103 Menara Eiffel | Equityworld EWF Medan
- → MR.D.I.Y. Indonesia Cetak Pertumbuhan Laba 35,5% di Kuartal I-2026 | Equityworld EWF Medan
