0 0
Read Time:3 Minute, 49 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Tenang! Dolar Gak Bakal Tembus Rp 18.000, Ini Alasannya | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, CNBC Indonesia – Performa nilai tukar rupiah terpantau kembali loyo saat membuka perdagangan akhir pekan ini. Mata uang Garuda harus rela tergelincir ke zona merah, mengakhiri tren penguatan yang sempat terjadi pada hari sebelumnya. Berdasarkan data Refinitiv pada Jumat, (08/05/2026), rupiah langsung dibuka melemah tipis 0,06% ke posisi Rp 17.340/US$.

Koreksi ini terjadi setelah pada perdagangan Kamis, (07/05/2026), rupiah sebenarnya sukses ditutup menguat di level Rp 17.330/US$. Meski telah balik ke zona di bawah Rp 17.400/US$ setelah tekanan awal pekan ini, sejumlah kalangan ekonom menganggap, potensi risiko pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada kuartal II-2026. Kepala Riset Ekonomi Makro dan Market Permata Bank Faisal Rachman menjelaskan, selain akibat tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar keuangan, pelemahan rupiah saat ini juga dipengaruhi faktor musiman, yakni pembayaran aset keuangan domestik kepada investor non residen yang meningkatkan kebutuhan dolar AS. “Pada Q2 2026 memang ada pola musiman pembayaran return aset keuangan domestik ke non residen yang mengakibatkan pelemahan Rupiah,” ujar Faisal kepada PT Equityworld Futures dikutip Jumat (8/5/2026).

Di sisi lain, terdapat ketidakpastian global yang masih membayangkan rupiah dan mengakibatkan meningkatnya sentimen risk-off. Kendati demikian, Faisal menilai tekanan depresiasi rupiah masih relatif terkendali dan peluang menembus Rp 18.000/US$ belum terlalu besar. “Tekanan depresiasi kemungkinan besar akan berlanjut, tapi rasanya Rupiah masih akan mampu bertahan di bawah Rp 18.000,” ujarnya.

Bagaimana cara kerjanya?

Senada, Ekonom Global Markets Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menjelaskan ruang pelemahan rupiah saat ini cenderung terbatas karena tekanan capital outflow tidak lagi sebesar awal tahun. Pasalnya, investor asing sebelumnya sudah banyak keluar dari pasar saham domestik sepanjang Januari hingga Maret 2026. potensi arus keluar lanjutan dinilai tidak akan terlalu besar. “Karena dari permintaan valas itu. Kalaupun ada capital outflow di pasar saham, ya saya rasa sih tekanannya sudah tidak sebesar pada periode awal tahun ini ya, jadi ya kalaupun ada outflow di pasar saham ataupun pasar surat utang negara, dampaknya tidak sebesar pada periode bulan Januari, Februari ataupun Maret,” ujar Myrdal kepada PT Equityworld Futures dikutip Jumat (8/5/2026).

Bank Indonesia dinilai masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas maupun pasar surat utang negara. Myrdal menambahkan, minat investor asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia juga maish cukup tinggi, terutama ketika yield Surat Utang Negara (SUN) naik mendekati asumsi APBN sebesar 6,9%. “Di saat yieldnya itu mendekati asumsi yield APBN kita 6,9%, investor asing itu langsung masuk, jadi ya saya rasa sih kalau untuk dampak dari hot money outflow pengaruhnya sudah mulai terbatas,” ujarnya. Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan Perry menjelaskan, pelemahan rupiah ini merupakan faktor global karena adanya kenaikan tensi geopolitik yang memicu meroketnya harga minyak, kemudian tekanan dari suku bunga AS serta meningkatnya indeks dolar (DXY) sebesar 4,41%.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *