0 0
Read Time:3 Minute, 24 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Saham Komoditas Ambles Hari Ini, Sentimen Jangka Pendek atau Panjang? | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

PT Equityworld Futures — Saham-saham emiten tambang nikel kompak runtuh pada perdagangan hari ini. Pelemahan terjadi pada sejumlah saham sektor nikel mulai dari perusahaan tambang, pengolahan mineral hingga material baterai. Analis MNC Sekuritas Herditya mengatakan jatuh saham-saham tambang di zona merah karena adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba melalui revisi PP 19/2025 untuk meningkatkan penghasilan negara. “Kami perkirakan (pengaruhnya) cukup signifikan dengan adanya kenaikan rata-rata 3-10% akan menekan margin emiten-emiten yang bersangkutan,” ujarnya kepada PT Equityworld Futures, Jumat (8/5/2026).

Kendati sudah turun dalam hari ini, dia melanjutkan bahwa saham komoditas masih rawan koreksi, meski ada peluang penguatan terbatas.  “Untuk lama atau tidaknya, dari sisi teknikal kami perkirakan terdapat peluang penguatan terbatas dahulu dan masih rawan koreksi,” tuturnya. Sementara, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, penurunan saham tambang hari ini umumnya dipicu kekhawatiran pasar terhadap isu free float dan potensi penyesuaian indeks MSCI. “(Sentimen tersebut) membuat investor asing cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham dengan kapitalisasi besar Tapi kepemilikan publik relatif terbatas,” ungkapnya.

Apa manfaatnya?

Menurutnya, pelaku pasar juga mengantisipasi potensi dana asing keluar jika nantinya ada perubahan bobot atau status beberapa saham Indonesia di indeks global. “Sentimen ini memicu aksi jual cukup besar, terutama pada saham tambang, energi, dan grup konglomerasi yang sebelumnya sudah naik signifikan,” imbuhnya. sentimen global juga cenderung risk-off hari ini, akibat meningkatnya tensi geopolitik dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global, sehingga investor menghindari aset berisiko di emerging market termasuk Indonesia. “Saham tambang seperti nikel dan tembaga juga ikut tertekan oleh kekhawatiran oversupply dan melemahnya harga komoditas tertentu, faktor teknikal seperti profit taking juga memperbesar penurunan,” pungkasnya. Sebagai informasi, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) turun 3,09% ke level 3.760 atau melemah 120 poin. Sementara itu, saham PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) terkoreksi lebih dalam sebesar 5,66% ke posisi 750 atau turun 45 poin.

Pelemahan juga dialami PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) yang merosot 4,61% ke level 2.070. Tekanan jual paling besar terjadi pada saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang anjlok 11,11% atau turun 700 poin ke posisi 5.600. saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) juga melemah signifikan sebesar 9,16% ke level 595. Saham PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) tercatat turun tipis 0,58% ke level 340, serta PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) melemah 7,24% ke posisi 1.025.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *