Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Hasil Rapat KSSK: Fiskal, Moneter dan Sistem Keuangan RI Terjaga | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah selesai menggelar rapat berkala untuk periode kuartal I-2026. Hasil rapat yang diumumkan langsung oleh Ketua KSSK, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (8/5/2026) ialah kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama kuartal I-2026 tetap dalam kondisi terjaga. “Hasil asesmen KSSK menunjukkan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan I tahun 2026 tetap dalam kondisi terjaga, di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global, seiring eskalasi konflik di Timur Tengah,” kata Purbaya, dikutip Jumat (8/5/2026). Purbaya mengatakan, memasuki April 2026, dinamika penyelesaian konflik Timur Tengah masih menjadi faktor utama volatilitas pasar keuangan global, terutama terhadap lonjakan harga energi. Berdasarkan perkembangan tersebut, KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyatakan akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini.
Fokus ini ditujukan seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat. Komite juga memastikan akan melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antarlembaga anggota KSSK maupun dengan Kementerian/Lembaga lain. Menurut Purbaya, hasil rapat berkala KSSK memang telah melihat prospek perekonomian dunia makin melemah akibat konflik di Timur Tengah.
Apa manfaatnya?
Dampak konflik pada gangguan pasokan global mendorong kenaikan harga minyak dunia dan sejumlah komoditas penting lainnya, sehingga memengaruhi kelancaran rantai pasok perdagangan antarnegara. Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi dunia KSSK anggap akan melambat menjadi 3,1% pada 2026 dari sebelumnya sebesar 3,4% pada 2025, dengan inflasi global diprakirakan meningkat menjadi 4,4% pada 2026 dari sebelumnya sebesar 4,1% pada 2025, sebagaimana prakiraan International Monetary Fund (IMF) dalam publikasi World Economic Outlook edisi April 2026.
Meski begitu, untuk ekonomi Indonesia, Purbaya tekankan masih berdaya tahan, terlihat dari laju pertumbuhan kuartal I-2026 yang tumbuh hingga 5,61%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya 5,39% yoy.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Siap-siap! SMI Akan Terbitkan Obligasi Tahun Ini, Ajak Masyarakat Ikut Investasi Infrastruktur | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → BEI: 72% Saham di Bursa Masuk Kategori Syariah | Equityworld EWF Medan
- → Video: OJK Wajibkan Emiten Serahkan Laporan Keberlanjutan Mulai 2027 | Equityworld EWF Medan
