Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: BI Ungkap Rupiah Harusnya Tak Selemah Sekarang, Ini Alasannya | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perrry Warjiyo membeberkan penyebab rupiah undervalued atau tidak sesuai dengan fundamental perekonomian Indonesia. Ukurannya, kata Perry, salah satunya pertumbuhan ekonomi yang tumbuh 5,61% pada kuartal I-2026. Ini adalah pertumbuhan yang tertinggi di antara negara-negara G20. Sejalan dengan itu, inflasi Indonesia tetap terjaga di laju 2,4% (yoy/year on year) dan neraca perdagangan Indonesia surplus selama 71 bulan beruntun sejak Mei 2020.
Data ekonomi lainnya juga mendukung, cadangan devisa Indonesia dan pertumbuhan kredit tetap tinggi. “Jadi indikator fundamental ekonominya kuat, pertanyaan lha Pak kok ada pelemahan mata uang di seluruh dunia, kita juga melemah?” ungkap Perry dalam konferensi pers KSSK, Kamis (7/5/2026). Perry menjelaskan, pelemahan rupiah ini merupakan faktor global karena adanya kenaikan tensi geopolitik yang memicu meroketnya harga minyak, kemudian tekanan dari suku bunga AS serta meningkatnya indeks dolar (DXY) sebesar 4,41%. Kondisi ini memicu aliran dana keluar dari seluruh negara, termasuk emerging market. Di tengah dinamika tersebut, pada bulan April hingga Mei, permintaan dolar di Indonesia tinggi sejalan dengan adanya musim Haji, serta repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri. “Kondisi global begitu, nah kebetulan secara musiman April-Mei itu permintaan valas tinggi untuk kita doakan masyarakat umroh-Haji insyaallah sehat mabrur dan pastikan kebutuhan dolar terpenuhi April-Mei karena korporasi banyak repatriasi dividen, bayar utang luar negeri,” katanya. “Memang kondisinya begitu BI all out jaga rupiah, koordinasi erat dengan pemerintah dan mendapat dukungan penuh dari Presiden,” tegas Perry.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Bukan Soal Fundamental, Ini Biang Kerok IHSG Melemah | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Berpotensi Turun Hari Ini | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Gak Main-Main! Begini Syarat Insentif Pasar Modal dari Purbaya | Equityworld EWF Medan
