Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Operasi Penyelamatan Rupiah Dimulai, Bisa Bangkit Seperti IHSG? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, PT Equityworld Futures- Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Bursa saham menguat sementara rupiah melemah. Pasar keuangan Indonesia diharapkan kompak naik pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 85,16 poin atau 1,22% ke level 7.057,11 pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Sebanyak 342 saham naik, 314 turun, dan 163 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 16,9 triliun, melibatkan 41,39 miliar saham dalam 2,42 juta kali transaksi.
Kenapa ini penting?
Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 12.630 triliun. Asing masih mencatat net sell sebesar Rp 518,4 miliar.Berdasarkan data pasar, ada lima saham yang mencatat nilai transaksi tertinggi, yakni Barito Pacific (BRPT) Rp 2,58 triliun, Bank Central Asia (BBCA) Rp 2,25 triliun, Bank Mandiri (BMRI) Rp 2,03 triliun, dan Petrosea (PTRO) Rp 1,66 triliun, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 1,63 triliun. // Mengutip Refinitiv, ada tiga sektor yang menjadi penopang IHSG, yakni bahan baku 5,55%, utilitas 4,1%, dan finansial 2,36%. Adapun IHSG naik seiring dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.
Beralih ke pasar valas Nilai tukar rupiah kembali ditutup di level terlemah sepanjang masa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Tekanan ini terjadi seiring pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026. Merujuk data Refinitiv, Rupiah ditutup melemah 0,26% ke level Rp17.410/US$.
Posisi tersebut sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa.Sepanjang perdagangan , rupiah bergerak di rentang Rp17.380-Rp17.445/US$. Pelemahan ini juga memperpanjang tren pelemahan mata uang Garuda menjadi lima hari perdagangan beruntun. // Pergerakan rupiah sepanjang terjadi di tengah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).Tapi rilis data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi belum mampu menopang rupiah. Mata uang Garuda tetap tertekan terhadap dolar AS seiring kuatnya tekanan eksternal, terutama penguatan indeks dolar AS dan sikap hati-hati pelaku pasar terhadap aset negara berkembang.Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus hadir di pasar untuk meredam tekanan terhadap rupiah melalui langkah intervensi yang terukur.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Minyak Brent Melonjak 56,93 Persen dalam Sebulan | Equityworld EWF Medan
- → Video: IHSG Rebound hingga Trump Bersiap Ambil Kendali Selat Hormuz | Equityworld EWF Medan
- → RI Inflasi 4,76 Persen di Februari 2026, Dipicu Perumahan-Emas | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
