0 0
Read Time:2 Minute, 51 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: BI Mau Batasi Pembelian Dolar Jadi US$25 Ribu/Bulan per Orang, Kapan? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) akan kembali memperketat batasan pembelian dolar AS dari semua US$ 50.000 per bulan per orang menjadi US$ 25.000 per bulan per orang. Rencana ini diumumkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Istana Negara, Selasa malam (5/5/2026). Kebijakan ini diambil dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar dan upaya pengelolaan kebutuhan valuta asing, khususnya dolar AS, di dalam negeri.  “Sehingga pembelian dolar sampai dengan atau di atas US$ 25.000 itu harus pakai underlying ya.

Itu yang kami akan perkuat, ini akan kami perkuat dalam negeri,” kata Perry. Adapun, dalam batasan pembelian dolar, BI mewajibkan adanya underlying. Dengan demikian, Perry yakin langkah ini dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Tapi Perry tidak menegaskan kapan tepatnya aturan ini berlaku.

Apa manfaatnya?

Sebelumnya, BI memutuskan menurunkan batasan pembelian dolar AS dari semula US$ 100.000 per orang per bulan menjadi US$ 50.000 per orang per bulan. Kebijakan ini baru diputuskan pertengahan Maret lalu dan berlaku April 2026. Sebagai catatan, pada 2015, BI pernah mengubah batas nilai maksimum pembelian valas melalui transaksi spot yang dilakukan tanpa keperluan tertentu (underlying), dari sebelumnya sebesar US$ 100.000 per bulan per nasabah/pihak asing menjadi sebesar US$ 25.000 atau ekuivalennya per bulan per nasabah.

Saat itu, BI mengatakan langkah pembatasan dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah mengingat masih banyak terdapatnya permintaan valas yang tidak terkait langsung dengan kegiatan ekonomi riil (tanpa underlying transaksi), yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan permintaan dan penawaran di pasar valas, dan mengarah pada kegiatan spekulasi. Dengan demikian, ini bukanlah kali pertama, bank sentral di Indonesia melakukan pembatasan pembelian dolar AS.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *