Equityworld Futures Medan – Di Balik Net Sell Jumbo, Asing Diam-Diam Akumulasi Saham Sektor Ini | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Di tengah derasnya aksi jual investor asing di pasar domestik, ternyata saham berbasis komoditas, energi, dan sejumlah saham lapis kedua menjadi incaran. Sebagai informasi, asing masih mencatat net sell jumbo pada perdagangan kemarin, Rabu (29/4/2026). Setelah dua hari sebelumnya mencatatkan outflow lebih dari Rp2 triliun, pada perdagangan kemarin tekanan menyusut menjadi Rp1,19 triliun.
Total nilai transaksi mencapai Rp14,62 triliun, dengan rincian beli Rp6,71 triliun dan jual Rp7,9 triliun. Secara sektoral, artinya investor asing menaruh minat kuat pada sektor komoditas dan energi, yang dinilai memiliki katalis dari pergerakan harga global. Tren ini telah terjadi dalam tiga hari perdagangan terakhir. Di sisi lain, munculnya saham perbankan seperti BBNI dalam dua hari terakhir dalam daftar net buy asing di tengah aksi jual pada bank-bank besar lainnya menjadi indikasi adanya strategi rebalancing.
Kenapa ini penting?
Kendati demikian, selama arus dana asing secara keseluruhan masih mencatatkan outflow, pergerakan indeks akan cenderung tetap terbatas. Adapun berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mematahkan tren koreksi pada perdagangan kemarin. IHSG ditutup naik 28,84 poin atau 0,41% ke level 7.101,23.
Tapi bila dibandingkan dengan level tertinggi bulan ini pada 14 April 2026, IHSG masih mengalami koreksi 7,49%. Tercatat 399 saham naik pada perdagangan kemarin.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Harga Emas Antam Naik Menjadi Rp 3.045.000 per Gram | Equityworld EWF Medan
- → Realisasi Investasi RI Tetap Tumbuh di Tengah Ketegangan Global | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Dolar AS Perkasa di Asia, Bos BI Ungkap Penyebabnya!
