0 0
Read Time:3 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Bos BI Blak-blakan Penyebab Dolar Tembus Rp 17.300 | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan penyebab kurs rupiah hari ini mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga melemah di level atas Rp 17.300/US$. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.32 WIB, mata uang Garuda melemah 0,79% ke level Rp17.305/US$. Level ini sekaligus menjadi posisi terlemah rupiah sepanjang masa yang baru secara intraday.

Menurut Destry, tekanan yang terjadi terhadap kurs rupiah hari ini tidak terlepas dari tingginya ketidakpastian global. Makanya, ia menekankan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebetulnya tidak melemah sendiri. “Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama,” kata Destry kepada PT Equityworld Futures. ia pun memastikan, Bank Indonesia akan terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat struktur suku bunga instrumen pro-market untuk tetap menarik aliran modal masuk ke instrumen aset domestik, di tengah berlanjutnya dampak perang Timur Tengah. “Intervensi yang berkesinambungan akan terus kami lakukan secara konsisten melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai dengan pembelian SBN di pasar sekunder,” kata Destry.

Ia menekankan, pelemahan rupiah masih sejalan dengan regional. Secara tahun berjalan atau year to date, kurs rupiah ia anggap telah melemah dengan minus 3,54% dan cadangan devisa tetap terjaga di level US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. Berdasarkan catatan tim riset PT Equityworld Futures, mata uang negara-negara Asia bergerak di zona pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/4/2026).

Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.40 WIB, dari sepuluh mata uang Asia yang dipantau, hanya dua mata uang yang menguat dan tujuh lainnya melemah terhadap greenback. Pelemahan terdalam terjadi pada rupiah yang terkoreksi tajam hingga 0,82% ke level Rp17.310/US$.

Bagaimana cara kerjanya?

Sementara itu, tekanan besar juga dialami peso Filipina yang melemah 0,62% ke PHP 60,46/US$, disusul baht Thailand yang turun 0,43% ke THB 32,36/US$. Won Korea Selatan melemah 0,21% ke KRW1.481,5/US$, sementara ringgit Malaysia turun 0,25% ke MYR 3,96/US$. Adapun dolar Taiwan melemah 0,15% ke TWD 31,51/US$, sedangkan dolar Singapura turun 0,07% ke SGD 1,276/US$.

Yuan China juga melemah tipis 0,02% ke CNY 6,828/US$. Dua mata uang yang masih mampu menguat adalah dong Vietnam yang naik 0,08% ke VND 26.300/US$ dan yen Jepang yang menguat tipis 0,01% ke JPY 159,46/US$.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *