0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Deretan Saham Konglomerat Ini Berpotensi Diuntungkan dari Perang Iran | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Lonjakan harga komoditas energi karena perang antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS) membuat dunia cemas. Tapi bagi sebagian orang, lonjakan harga ini adalah berkah.

Eskalasi konflik geopolitik antara AS-Israel dan Iran yang berujung pada gangguan keamanan di Selat Hormuz memberikan implikasi yang signifikan terhadap rantai pasok global. Posisi Selat Hormuz sebagai jalur logistik krusial yang mengakomodasi distribusi energi dan komoditas utama dunia membuat setiap disrupsi di wilayah tersebut secara langsung memicu supply shock atau guncangan pasokan. Kondisi ketidakpastian ini menciptakan katalis positif berupa lonjakan harga komoditas global.

Bergesernya kurva penawaran akibat hambatan logistik mengerek harga energi, logam mulia, hingga tarif angkutan laut ke level premium. Di pasar modal domestik, situasi ini memberikan keuntungan substansial (windfall profit) bagi emiten-emiten yang beroperasi pada sektor terkait. Peningkatan margin operasional yang dicatatkan oleh sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara langsung berimbas positif pada valuasi perusahaan yang dikendalikan oleh sejumlah konglomerasi dan Ultimate Beneficial Owner (UBO) terkemuka di Indonesia.

Bagaimana cara kerjanya?

Dinamika krisis ini memosisikan mereka sebagai pihak yang menerima keuntungan dari lonjakan harga acuan global. Merujuk Refinitiv, setelah sebulan perang Iran vs Israel-AS meletus, harga komoditas yang paling melonjak adalah harga minyak disusul dengan batu bara. Lonjakan harga minyak bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan Perang Rusia-Ukraina.

Lonjakan harga komoditas ini juga membawa untung bagi perusahaan serta pemiliknya. Dengan harga yang melonjak maka pendapatan perusahaan bisa meningkat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *