0 0
Read Time:2 Minute, 55 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: BI Hitung Harga BBM Non-Subsidi Naik Sumbang Inflasi 0,04% di April | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Bank Indonesia (BI) memperkirakan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM nonsubsidi masih terbatas. Adapun, kenaikan BBM nonsubsidi tersebut tidak akan mengganggu target inflasi tahunan.

Hal ini disampaikan Deputi Gubernur BI Aida S Budiman dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (22/4/2026). Menurut Aida, penyesuaian harga BBM nonsubsidi akan muncul pada inflasi April 2026. Tapi dari hitungan BI, kontribusinya terhadap bobot inflasi tidak besar, yakni hanya sekitar 0,04%. “BBM nonsubsidi apabila kita lihat dengan bobotnya di inflasi, maka untuk bulan April ini bisa meningkatkan inflasi tapi tidak terlalu besar, hanya sebesar 0,04 persenan sekitar itu,” kata Aida. Dengan demikian, BI meyakini inflasi secara keseluruhan tahun pada 2026 hingga 2027 masih berada di kisaran sasaran. “Bila kita hitung secara keseluruhan pada tahun 2026 maupun 2027 proyeksi inflasi yang kami lihat tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5% plus minus 1%,” kata Aida. Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali menambahkan laju inflasi domestik hingga Maret 2026 masih terkendali di level 3,48% secara tahunan (yoy/year on year).

Bagaimana cara kerjanya?

Laju inflasi ini masih berada dalam kisaran target BI. “Alhamdulillah inflasi kita untuk bulan Maret ini 2026, inflasi IHK kita ini tercatat masih terjaga 3,48 persen year on year. Ini masih di dalam kisaran yang kita tetapkan,” katanya. Dia pun menuturkan kenaikan harga BBM akan berdampak pada harga barang dan jasa, baik secara langsung maupun melalui jalur distribusi dan biaya produksi.

Di sisi lain, faktor global seperti kenaikan harga komoditas energi dan gangguan rantai pasok akan memberikan tekanan tambahan terhadap harga barang dan jasa. Tekanan juga berasal dari risiko El Nino Godzilla yang dapat memicu kemarau panjang dan mengganggu pasokan pangan. dia mengatakan BI telah mengerahkan seluruh kantor perwakilan di daerah untuk merespons potensi inflasi tersebut. “BI melalui 46 kantor perwakilan dalam negeri ini siap merespons potensi tekanan inflasi dari global, khususnya dari kenaikan harga energi atau BBM,” tegas Ricky.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *