0 0
Read Time:2 Minute, 39 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Selat Hormuz Membara, Harga Minyak Sentuh US$101 per Barel | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Data Refinitiv menunjukkan harga Brent pada perdagangan Jumat (13/3/2026) pukul 10.00 WIB berada di US$101,16 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) tercatat di US$96,34 per barel. Kenaikan ini menempatkan harga minyak di level tertinggi sejak pertengahan 2022.

Lonjakan harga terjadi setelah pasar energi global diguncang eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia, terutama terkait ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Melansir dari Reuters, harga minyak sempat terkoreksi pada Jumat pagi setelah Amerika Serikat mengeluarkan lisensi sementara selama 30 hari bagi negara-negara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini terdampar di laut.

Kenapa ini penting?

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk meredakan kekhawatiran pasokan global yang semakin ketat. // Tapi langkah tersebut hanya memberi jeda singkat bagi pasar. Melansir dari Reuters, analis Haitong Futures Yang An menilai lisensi tersebut belum menyentuh persoalan inti. Menurutnya, stabilitas pasar energi global sangat bergantung pada kembalinya jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital yang selama ini mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Dalam upaya menahan lonjakan harga, pemerintah Amerika Serikat juga mengumumkan pelepasan 172 juta barel minyak dari Strategic Petroleum Reserve (SPR).

Kebijakan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) yang berencana melepaskan 400 juta barel cadangan minyak strategis, angka yang disebut sebagai pelepasan terbesar sepanjang sejarah lembaga tersebut. Meski demikian, sentimen pasar tetap dibayangi eskalasi militer di kawasan Teluk.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *