0 0
Read Time:3 Minute, 30 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti BNI (BBNI) Tambah Modal Inti Lewat Obligasi AT-1 | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – PT Bank Negara Indonesia (Persero). Tbk. (BBNI) berencana menerbitkan Additional Tier-1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities (AT-1 Baru) di luar negeri. Dalam keterbukaan informasi, BNI menjelaskan bahwa rencana tersebut merujuk pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1933.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyatakan bahwa rencana ini dilakukan dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis. bank pelat merah itu juga berencana melakukan buyback alias pembelian kembali atas Additional Tier 1 Perpetual Non-Cumulative Capital Securities yang diterbitkan tahun 2021 (AT1 Eksisting) melalui mekanisme penawaran tender. “Dalam rangka memperkuat rasio dan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis, Perseroan berencana melakukan penerbitan AT1 Baru dan secara bersamaan melaksanakan Tender Offer kepada pemegang AT1 Eksisting untuk membeli kembali AT1 Eksisting secara tunai, sebagai bagian dari optimalisasi struktur permodalan,” ujar Okki dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (15/4/2026). Adapun periode partisipasi dalam Tender Offer berlangsung sejak tanggal 14 April 2026 sampai dengan 22 April 2026, dan penyelesaian (settlement) direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2026.

Adapun hasil untuk penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting tersebut di atas akan bergantung antara lain pada kondisi pasar. Sehubungan dengan rencana tersebut, pada tanggal 14 April 2026 BNI telah mengumumkan rencana penerbitan AT1 Baru dan rencana pembelian kembali instrumen AT1 Eksisting dari pemegang AT1 Eksisting dengan mekanisme Tender Offer, antara lain melalui platform Bloomberg. pada tanggal yang sama, Perseroan juga telah melakukan rangkaian investor call di kawasan Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA). “Penerbitan AT1 Baru dan pelaksanaan Tender Offer atas AT1 Eksisting diharapkan memberikan dampak positif terhadap struktur permodalan Perseroan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan,” tegas Okki. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa penerbitan AT1 Baru dilakukan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor Indonesia baik individu, institusi maupun bentuk hukum lainnya.

Bagaimana cara kerjanya?

Lantas, rencana ini tidak tunduk pada ketentuan Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2019 tentang Penerbitan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum (POJK 3012019). AT1 Baru akan dicatatkan pada Singapore Exchange dan tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Tapi demikian, BNI tidak merincikan lebih lanjut berapa nilai AT1 baru yang hendak diterbitkan. Sebagai catatan, BNI telah menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 sebesar US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,6 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 14.299 per US$ saat itu).

Surat berharga yang dilepas dengan suku bunga 4,3% per tahun ini merujuk pada ketentuan Regulation S, berdasarkan US Securities Act, dan didaftarkan di Singapore Stock Exchange.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

πŸ“Œ Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *