Equityworld Futures Medan – Update pasar: Equityworld EWF Medan | Mata Uang Safe Haven Mulai Dipertanyakan, Dolar AS hingga Yen Goyang. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, CNBC Indonesia — Selama bertahun-tahun ini pasar telah memiliki preferensi pilihan mata uang sebagai safe haven aset mereka. Mulai dari Dolar Amerika Serikat (AS), franc Swiss, hingga yen Jepang. Ketiganya biasa dianggap sebagai mata uang pilihan ketika kondisi global sedang dipenuhi ketidakpastian.
Namun memasuki 2025 hingga awal 2026, preferensi investor tersebut mulai luntur. Alih-alih selalu stabil ketika risiko meningkat, pergerakan ketiga mata uang tersebut justru semakin bergejolak atau volatile. Hal ini bahkan memunculkan pertanyaan baru di kalangan investor tentang definisi safe haven itu sendiri.
Apa manfaatnya?
Dolar AS selama ini selalu berada di pusat sistem keuangan global, hingga menjadi mata uang cadangan utama dunia. Tapi setelah diberlakukannya tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump justru memberi tekanan terhadap greenback. Hal ini terlihat di pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama.
Melansir data Refinitiv, sepanjang 2025 DXY tertekan hingga 9,37% dengan ditutup di level 98,322. Dan belanjut melemah di awal 2026 ini, dengan berada di kisaran 97. // Deutsche Bank menilai status safe haven dolar makin dipertanyakan karena korelasinya dengan pergerakan pasar saham tidak selalu menunjukkan pola dolar menguat saat pasar menghindari risiko. Sebagian manajer investasi juga melihat ruang pelemahan dolar yang lebih panjang. Mereka mengacu pada episode historis ketika euforia pasar AS memudar dan dolar terkoreksi dalam beberapa tahun berikutnya. Gelombang tarif yang agresif pada 2025 memicu aksi jual aset-aset Amerika, termasuk dolar.
Ketidakpastian bertambah karena kebijakan tarif dinilai berubah cepat, membuat pelaku pasar kesulitan membaca arah . Sejumlah pelaku industri juga menyoroti faktor domestik AS.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Kabar Gembira! Harga Emas Antam Naik Mendekati Rp3 Juta/Gram
- → Laba 2025 Melampaui Estimasi, Target Harga Saham BBTN Direvisi Naik ke Rp 1.800
- → 10 Saham Free Float Hampir 15%, Market Cap Jumbo: Layak Dilirik?
