0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Medan – Update pasar: Rupiah Melemah Setelah Perang Iran, Tapi Banyak yang Lebih Buruk | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.

Jakarta, CNBC Indonesia-  Gejolak global kembali menguji pasar negara berkembang atau Emerging Market, terutama di pasar mata uang. Sejak perang Timur Tengah pecah pada akhir Februari 2026, arus modal keluar dari emerging market meningkat, dolar Amerika Serikat (AS) menguat, dan mata uang berisiko tertekan. Rupiah ikut melemah, tetapi skalanya masih lebih jinak dibanding banyak pesaingnya. Melansir Bank Indonesia sejak akhir Februari hingga 6 April 2026, rupiah terdepresiasi 1,91% ke level spot 17.042 per dolar AS. Angka ini lebih baik dibanding won Korea Selatan yang turun 5,0%, baht Thailand 4,0%, rupee India 3,6%, lira Turki 3,5%, rand Afrika Selatan 2,3%, hingga peso Filipina 2,3%.

Artinya, tekanan memang datang ke Indonesia, tetapi investor belum menempatkan rupiah dalam kelompok paling rentan. Pasar masih membedakan negara dengan fundamental relatif terjaga dan negara yang punya kerentanan eksternal lebih besar. // Selama tahun berjalan 2026, pelemahan rupiah tercatat 2,39%.

Apa manfaatnya?

Lagi-lagi posisinya masih lebih baik dibanding beberapa peer utama di Asia, terutama rupee India dan won Korea Selatan. Ini penting karena keduanya selama ini sering dianggap pasar besar dan likuid di kawasan. Ada beberapa alasan mengapa rupiah masih bertahan. Pertama, inflasi domestik mulai melandai.

Inflasi Maret 2026 tercatat 3,48% secara tahunan, turun dari Februari 4,76%.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *