0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Dolar Tembus Rp 17.100, APBN RI Masih Aman? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan pagi ini, Jumat (10/4/2026). Berdasarkan data Refinitiv, hingga pukul 09.47 WIB, mata uang Garuda terdepresiasi 0,18% ke level Rp17.110/US$.

Rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.115/US$, yang menjadi level terlemah baru sepanjang masa secara Intraday. Lalu, apa dampak dari pelemahan rupiah tersebut terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)?

Global Markets Economist at Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai pelemahan rupiah ke level Rp 17.100 belum memberikan tekanan signifikan terhadap defisit APBN. Menurutnya, tambahan defisit akibat pelemahan rupiah masih relatif terbatas. “Kalau hanya dari nilai tukar rupiah saja ya karena kita hitung sih masih kurang dari Rp5 triliun ya sekitar Rp4,2 triliunan terkait dengan defisit yang ditimbulkan karena pelemahan nilai tukar rupiah,” ujar Myrdal kepada PT Equityworld Futures, dikutip Jumat (10/4/2026).

Apa manfaatnya?

Lebih lanjut, Myrdal mengingatkan dampak lanjutan yang lebih luas justru perlu diwaspadai. Pelemahan rupiah berpotensi memperbesar beban impor, terutama untuk komoditas energi seperti minyak. Jika harga minyak dunia bertahan tinggi, di atas US$ 70 per barel, maka tekanan terhadap fiskal bisa meningkat. “Ini kalau dampak implikasinya ke yang lainnya ini bisa lebih luas nih seperti harga minyak ya, karena kan harga minyak kita beli dari luar, impor ya dan itu kan sensitif harga ya, karena kalau misalkan harga minyaknya lebih dari US$ 70 per barel bisa jadi ya ini bisa menambah fiskal juga begitu,” ujarnya. Dirinya pun menyoroti faktor musiman yang membuat rupiah cenderung melemah pada periode April hingga Juli.

Permintaan dolar AS meningkat untuk kebutuhan pembayaran dividen serta jatuh tempo utang luar negeri. Kondisi ini diperparah jika harga minyak tetap tinggi, yang berpotensi menekan neraca perdagangan dari surplus menjadi defisit. pelemahan rupiah juga bisa berdampak pada pembiayaan bunga utang. Kendati demikian, risiko ini dinilai masih bisa dimitigasi melalui strategi lindung nilai yang dilakukan pemerintah dan swasta. “Bunga utang seharusnya ada dimitigasi dengan cara pemerintah ataupun juga swasta melakukan kebijakan hedging nilai tukar ya harusnya ini aman.

Dari sisi nilai tukar rupiah misalkan perangnya berakhir ya saya rasa sih masih di bawah Rp17.000/US$ ya kalau perang berakhir bulan ini dan Selat Hormuz dibuka. Tapi kalau misalkan perangnya terus-menerus saya rasa sih rupiah bisa ke level sekitar Rp17.248/US$,” ujarnya. Di sisi lain, analis mata uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai posisi rupiah saat ini justru menunjukkan APBN berada dalam kondisi tidak aman.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *