Equityworld Futures Medan – Update pasar: Ketolong China, Nasib Rupiah Tak Seburuk Mata Uang Lain | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Konflik di Timur Tengah yang meletus setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran telah membuat ketidakpastian di pasar keuangan makin memburuk. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, kondisi ini membuat mata uang berbagai negara mengalami pelemahan terhadap dolar AS, yang dianggap para pelaku pasar keuangan sebagai aset aman alias safe haven. “Karena adanya ketidakpastian global yang sangat tinggi maka untuk emerging markets semua mata uangnya terpuruk,” kata Destry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Meski semua mata uang negara-negara pasar berkembang tengah mengalami tekanan, Destry menegaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak lebih buruk depresiasinya dibanding negara dengan kapasitas ekonomi setara lainnya. “Karena kalau kita liat posisi penutupan kemarin secara month to date atau sepanjang Maret ini saja rupiah redepresiasi 1,29%. Beberapa negara lain, India 1,52%, Filipina 3,71%, dan Thai baht 4,47%,” ucap Destry. “Jadi artinya kita di kawasan ini memang menghadapi permasalahan yang sama,” tegas Destry.
Destry menjelaskan, salah satu efek positif yang mampu mendukung daya tahan rupiah itu ialah konsistensi BI untuk menggencarkan para pelaku usaha di Indonesia bertransaksi dengan mata uang lokal atau local currency transaction (LCT) saat melaksanakan perdagangan lintas negara. Destry mencatat, nilai transaksi LCT per Februari 2026 sudah mencapai nilai yang setara US$ 4,1 miliar.
Dari nilai itu, mayoritas disumbang dari transaksi dengan China yang per bulannya mencapai US$ 3,02 miliar. “Artinya di sini kebutuhan terhadap mata uang lain selain dolar itu makin meningkat di Indonesia nah ini yang terus kami optimalkan pendalaman pasar uang untuk Yuan atau CNY-CNH dan ini terus kita lakukan sehingga bagi mereka yang bertransaksi tak perlu lagi beli dolar dulu dan mengkovert ke CNH,” paparnya. Destry menegaskan, dengan konsep transaksi LCT membuat permintaan terhadap dolar di pasar domestik semakin menyusut, “karena langsung permintaannya adalah ke mata uang mitra yang bersangkutan.”
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → IHSG Dibuka Menguat, Investor Menimbang Durasi Perang | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Parkir di Rp16.880 | Equityworld EWF Medan
