0 0
Read Time:3 Minute, 33 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rupiah Ditutup Melemah 0,18%, Dolar AS Parkir di Rp16.880 | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Mata uang rupiah kembali harus melemah dari dolar Amerika Serikat (AS) di penutupan perdagangan hari ini, Rabu (4/3/2026). Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda ditutup pada zona merah dengan pelemahan sebesar 0,18% atau terdepresiasi ke level Rp16.880/US$.

Sepanjang perdagangan, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp16.930/US$ sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan. Posisi ini juga menandai level penutupan terlemah rupiah sejak akhir Januari 2026, atau menjadi yang terburuk dalam lebih dari sebulan terakhir.

Bagaimana cara kerjanya?

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia per pukul 15.00 WIB justru terpantau berada di zona merah, melemah 0,13% ke level 98,923. // Pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini masih banyak dipengaruhi sentimen eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Situasi tersebut membuat ketidakpastian di pasar global meningkat tajam dan mendorong pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam dampak dari meluasnya konflik di Timur Tengah. Destry mengatakan intervensi yang tegas dan konsisten akan terus dilakukan BI, baik melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, maupun pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. “Pelemahan rupiah masih aligned dengan regional, secara MTD melemah 0,51%, relatif lebih baik dibandingkan regional. Cadangan devisa tetap terjaga di level US$154,6 miliar pada akhir Januari 2026 dan arus masuk modal asing di pasar keuangan domestik selama tahun 2026 tercatat sejumlah Rp25,7 triliun,” kata Destry dalam pernyataan resmi, Rabu (4/3/2026). Di sisi lain, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengungkapkan bahwa setiap pelemahan rupiah terhadap dolar AS memiliki dampak langsung terhadap tekanan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menjelaskan, setiap pelemahan Rp100 terhadap dolar AS berpotensi menambah defisit sekitar Rp0,8 triliun. Sementara itu, kenaikan US$1 pada Indonesian Crude Price (ICP) dapat menambah defisit sekitar Rp6,8 triliun, dan kenaikan yield surat utang pemerintah sebesar 0,1% berpotensi menambah beban APBN sekitar Rp1,9 triliun.

Meski demikian, Juda menekankan bahwa berdasarkan simulasi Kementerian Keuangan, dengan skenario yang masih dinilai cukup masuk akal untuk tekanan nilai tukar, harga minyak, dan kenaikan imbal hasil SBN, defisit APBN tahun ini diperkirakan tetap terjaga di kisaran 3% dan tidak melampaui batas aman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara.

Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *