0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti Rencana Short Selling Molor Lagi, Bursa Perpanjang Penundaan | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunda implementasi transaksi short selling di pasar saham domestik. Penundaan ini berlaku hingga 14 September 2026. Keputusan tersebut disampaikan BEI melalui pengumuman nomor Peng-00042/BEI.POP/03-2026 yang dirilis pada 16 Maret 2026. Dalam pengumuman itu, BEI menyatakan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebijakan regulator pasar modal. “Bursa melakukan penundaan implementasi fasilitas pembiayaan dan pelaksanaan transaksi short selling oleh Perusahaan Efek sampai dengan tanggal 14 September 2026,” tulis manajemen BEI dalam pengumuman tersebut, dikutip Selasa (17/3/2026).

Seiring dengan penundaan tersebut, BEI juga menyatakan tidak akan menerbitkan Daftar Efek Short Selling sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa nomor II-H mengenai Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling hingga tanggal yang sama. BEI menjelaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah surat yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan penundaan implementasi pembiayaan transaksi short selling, kebijakan trading halt, serta batasan auto rejection. Adapun penundaan implementasi tersebut mulai berlaku sejak 17 Maret 2026. Sebelumnya, implementasi transaksi short selling di pasar saham Indonesia memang telah beberapa kali mengalami penundaan.

Apa manfaatnya?

Kebijakan tersebut diambil regulator sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar modal serta memberikan waktu penyesuaian bagi pelaku pasar dan infrastruktur perdagangan. Pada Maret 2025, Bursa Efek Indonesia juga menunda implementasi short selling seiring dengan tekanan pasar seiring dengan kekhawatiran pasar soal defisit APBN hingga ancaman tarif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Lalu pada September 2025, penerapan short selling kembali ditunda dan rencananya hendak diterapkan pada 17 Maret 2026. Bursa menilai penerapan short selling harus disesuaikan dengan kondisi pasar. 

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *