0 0
Read Time:3 Minute, 26 Second

Equityworld Futures Medan – Saham Sawit Masih Banyak yang Murah, Mana Paling layak Dikoleksi? | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Masih banyak saham emiten produsen minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) masih pada murah, padahal katalis positif mulai berdatangan dari bebas bea ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan momentum Ramadan. Berdasarkan data hingga 23 Februari 2026, valuasi sejumlah saham sawit papan utama masih berada di bawah rata-rata historisnya, ditambah geraknya dari awal tahun juga masih cenderung laggard. // Tabel di atas memperlihatkan perbandingan antara Price to Earnings (PE) saat ini dengan rata-rata PE lima tahun (5Y mean PE), yang menjadi salah satu indikator apakah sebuah saham tergolong murah atau mahal secara historis. Beberapa nama besar seperti PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), Tunas Baru Lampung Tbk. (TBLA), dan Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) masih diperdagangkan di kisaran PE 4-5 kali, sementara rata-rata lima tahunnya berada di atas level tersebut.

Artinya, secara valuasi historis, saham-saham ini masih tergolong undervalue. Bahkan Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) yang dikenal sebagai salah satu pemain besar di sektor ini, saat ini diperdagangkan di PE sekitar 10 kali, lebih rendah dibandingkan rerata historisnya di atas 12 kali. emiten seperti Teladan Prima Agro Tbk. (TLDN) dan Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga masih tercatat berada di bawah rata-rata valuasi historisnya. Sementara Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) masih menunjukkan valuasi yang relatif menarik dibandingkan rerata jangka menengahnya.

Di sisi lain, ada juga saham yang mulai mendekati atau bahkan melampaui valuasi wajarnya. Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) misalnya berada di kisaran fair value dengan PE saat ini relatif sejalan dengan rata-rata historisnya.

Kenapa ini penting?

Sementara itu, beberapa emiten lain seperti Gozco Plantations Tbk. (GZCO), Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR), dan Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) justru terlihat overvalued karena PE saat ini sudah jauh melampaui rata-rata lima tahunnya. Dari sisi pergerakan harga tahun berjalan atau year to date (YTD), mayoritas saham sawit juga belum menunjukkan lonjakan signifikan. Beberapa bahkan masih terkoreksi dua digit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya merefleksikan potensi katalis yang ada, baik dari sisi kebijakan perdagangan maupun potensi peningkatan konsumsi domestik menjelang Ramadan. Kombinasi valuasi yang relatif murah dan katalis positif yang mulai terbentuk membuat sektor CPO kembali menarik untuk dicermati. Tapi investor tetap perlu memperhatikan faktor eksternal seperti harga CPO global, kebijakan hea ekspor yang akan dinaikkan pada Maret mendatang, mandatory B50 ditunda, serta dinamika permintaan dari negara tujuan utama sebelum mengambil keputusan investasi. Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan PT Equityworld Futures Research.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *