0 0
Read Time:3 Minute, 38 Second

Equityworld Futures Medan – Menyoroti OJK Buka Opsi Delisting Bagi Emiten Tak Mampu Penuhi Free Float 15% | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan “exit policy” bagi para emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan minimum free float saham dari 7,5% menjadi 15% dalam beberapa tahun ke depan. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK yang baru, Hasan Fawzi menegaskan bahwa pihaknya akan terus berdampingan dengan para perusahaan terbuka dalam mendorong pemenuhan peningkatan tingkat free float saham.

Ia menyebut sudah bersinergi dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dalam memetakan rencana-rencana aksi korporasi para emiten serta roadmap pemenuhan free float. “Kami harapkan nanti akan kelihatan gambaran yang lebih rinci terkait apa yang akan bisa kita harapkan terjadi di tahun pertama tahun kedua dan seterusnya,” pungkas Hasan selepas Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (12/3/2026). Pada tenggat waktu pemenuhan tingkat free float saham nanti, akan dilakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan rencana aksi korporasi serta kondisi dan kesiapan daya serap di pasar modal RI. Hasan menyebut jika terdapat kendala tertentu, ada ruang untuk menyepakati dan merumuskan kembali rencana aksi korporasi yang dimaksud. “Pilihan mereka untuk melakukan aksi korporasi akan kami buka seluas-luasnya, termasuk jika ada keinginan para pemegang saham utama untuk misalnya kita hadirkan kecukupan informasi kepada publik pada saat menjelang dan pelaksanaan RUPS di tempat mereka masing-masing,” tukas Hasan. Lebih lanjut, OJK juga tak menutup potensi delisting bagi perusahaan yang tak mampu memenuhi ketentuan free float saham 15%.

Tapi Hasan mengatakan keputusan itu diserahkan kepada para emiten tanpa pemaksaan. “Itu tentu jadi satu opsi voluntary yang kami serahkan kepada mereka tapi tentu tadi kalau itu diakibatkan oleh kemampuan atau daya serap pasar tentu ada klausa extension yang akan kami berikan artinya tidak kemudian dipaksakan,” tutur Hasan. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK baru, Friderica Widyasari Dewi mengakui bahwa pemenuhan free float saham 15% itu tidak serta merta dapat dilakukan dan harus melalui beberapa tahap. ia menetapkan aturan bagi perusahaan yang hendak melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tahun ini untuk sudah memiliki tingkat free float 15%. Kiki mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan AEI dan menyampaikan bahwa pemenuhan ketentuan free float dapat dilakukan secara bertahap di tahun pertama dan kemudian dilanjutkan tahun ketiga.

Kenapa ini penting?

Tapi perusahaan terbuka yang tak mampu memenuhi ketentuan tersebut dapat dikeluarkan. “Ultimately, ketika emiten itu tidak bisa memenuhi ketentuan 15% itu kita akan siapkan exit policy, sehingga semuanya juga win-win. Artinya mereka tidak bisa tetap exist tanpa memenuhi ketentuan yang kita berikan,” ujar Kiki.

Ia memaparkan saat ini kebutuhan meningkatkan free float saham emiten cukup besar, mencapai sekitar Rp200 triliun untuk tahun 2026.

Implikasi Pasar: IPO baru berpotensi menambah likuiditas dan variasi instrumen investasi di BEI. Investor dapat mencermati prospek bisnis dan valuasi emiten baru sebelum melakukan alokasi dana.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *