Equityworld Futures Medan – Update pasar: IHSG Ambruk 3%, Saham Ini Masuk Keranjang Jual Asing | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) di sejumlah saham pada perdagangan Senin (9/3/2026), di tengah tekanan yang terjadi di pasar saham domestik. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan nilai beli Rp8,758 triliun dan nilai jual Rp7,648 triliun, sehingga secara keseluruhan masih tercatat net foreign buy Rp1,11 triliun di seluruh pasar.
Meski demikian, pada sejumlah saham berkapitalisasi besar asing justru melakukan aksi distribusi. Saham perbankan big caps menjadi yang paling banyak dilepas investor global pada perdagangan tersebut. Bank Mandiri (BMRI) tercatat sebagai saham dengan net sell asing terbesar. Berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan tersebut: Tekanan jual asing pada saham perbankan seperti BMRI, BBRI, dan BBCA terjadi di tengah pelemahan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin. IHSG sempat anjlok hingga 5,2% ke level 7.156, sebelum akhirnya memangkas pelemahan menjadi -3,27% atau turun 248 poin ke level 7.337,37 pada penutupan perdagangan.
Sebanyak 708 saham turun, 68 saham naik, dan 41 saham stagnan, mencerminkan tekanan jual yang cukup besar di pasar. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp23,77 triliun dengan volume perdagangan 46,64 miliar saham dalam 1,62 juta kali transaksi. Seluruh sektor perdagangan ditutup di zona merah, dengan sektor infrastruktur dan industri menjadi yang mengalami pelemahan paling dalam.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → BEI: 72% Saham di Bursa Masuk Kategori Syariah | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Trimegah Sekuritas Lego 105,76 Juta Saham Hillcon (HILL), Ada Apa?
- → Rupiah Menguat Tipis, Nilai Tukar Dolar AS Turun ke Level Rp16.850 | Equityworld EWF Medan
