Equityworld Futures Medan – OJK Siapkan Strategi Kurangi Ketergantungan Asing di Bursa RI | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti tren penurunan partisipasi investor institusi domestik di pasar saham. Asuransi komersial, dana pensiun (dapen), hingga lembaga seperti BPJS disebut cenderung mengurangi porsi investasinya di bursa dalam beberapa waktu terakhir. Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, mengakui data menunjukkan kontribusi investor institusi domestik terhadap pasar saham mengalami penurunan. “Partisipasi investor institusi domestik cenderung menurun. Ini yang harus kita lihat bagaimana trennya bisa kita balikkan,” ujar Friderica atau akrab disapa Kiki dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). Menurutnya, penguatan peran investor domestik menjadi krusial untuk menjaga stabilitas dan likuiditas pasar modal.
Selama ini, likuiditas pasar saham Indonesia masih cukup dipengaruhi oleh aliran dana investor asing. Ketika asing melakukan aksi jual, volatilitas pasar meningkat signifikan. OJK mendorong sinergi lintas sektor jasa keuangan untuk memperbesar kembali alokasi dana institusi domestik ke pasar modal.
Bagaimana cara kerjanya?
Perbankan, asuransi, dan dana pensiun didorong untuk memperkuat peran dalam pembiayaan ekonomi nasional melalui pasar modal. Friderica juga menyampaikan outlook industri keuangan masih cukup solid, dengan pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10-12%, dana pihak ketiga 7-9%, premi asuransi 5-7%, serta aset dana pensiun 10-20%. Dengan kapasitas tersebut, menurutnya, ruang untuk memperbesar investasi di pasar saham masih terbuka. “Kita ingin pasar modal bisa menjadi sumber pendanaan yang kuat untuk mendukung program prioritas ekonomi nasional. Peran investor institusi domestik sangat penting untuk itu,” katanya.
OJK menekankan bahwa penguatan partisipasi domestik ini sejalan dengan reformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan tata kelola, dan perbaikan struktur likuiditas.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Disclaimer: Artikel ini adalah ringkasan berita untuk tujuan edukasi dan informasi pasar, bukan rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Amarah Trump Membakar Asia: Rupiah-Yen Ambruk, Cuma China Adem Ayem
- → Strategi Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tembus 6 Persen
- → Equityworld EWF Medan | OJK Kaji Opsi Sanksi Pidana dan Batasi Medsos Influencer Saham BVN
