Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: KSEI Akan Bukan Data Pemilik Saham di Atas 1%, Ini Jadwalnya | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan regulator akan segera membuka data para investor pemegang saham lebih dari 1% di emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebelumnya batas pengungkapan data oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berada di angka di atas 5%.
Pengungkapan dengan batasan yang lebih rendah ini dilakukan dalam upaya reformasi untuk meningkatkan transparansi pasar modal RI yang menjadi catatan penyedia layanan indeks global MSCI kala memutuskan untuk membekukan saham RI. Lebih lanjut, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pengawas aset kripto yang merangkap sebagai pejabat sementara (Pjs) pengawas pasar modal Hasan Fawzi menyebut secara bertahap BEI dan KSEI akan secara bertahap untuk membuat data pemegang saham di RI lebih granular, sehingga calon investor lain dapat menilai dengan lebih baik.
Bagaimana cara kerjanya?
Sementara itu Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat mengungkapkan jika pembukaan data investor dengan kepemilikan lebih dari 1% adalah untuk periode Maret 2026. Hal tersebut sejalan dengan hasil rapat dengan pihak MSCI. Sehingga untuk pengungkapan kemungkinan akan dilaksanakan pada awal April. Tapi tidak menampik bisa jadi akan lebih cepat di pertengahan Maret 2026 jika semuanya berjalan lancar.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI menyebut upaya menurunkan batas pengungkapan ini menjadi jauh lebih rendah mengikuti apa yang telah dilakukan oleh India ketika mengalami tuduhan yang sama oleh MSCI.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Penutupan Selat Hormuz Ganggu Pasokan Minyak, Dampaknya Bisa Sampai Dapur Rumah Tangga | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Saham Sawit Dapat Berkah Ramadan dan Tarif AS, JARR-BWPT Layak Dilirik?
- → Energi dan Tambang Jadi Primadona, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini | Equityworld EWF Medan
