Equityworld Futures Medan – Pergerakan pasar terkini: Perang Iran Meluas, Inflasi RI Meroket: Mampukah IHSG Melawan Tekanan? | Equityworld EWF Medan. Simak analisis lengkapnya di bawah ini.
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada awal pekan ini. Ruoiah dan bursa saham jatuh terimbas perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS). Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini.
Selengkapnya mengenai proyeksi pasar hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks turun 206,29 atau -2,5% ke level 8.029,2.
Sebanyak 108 saham naik, 671 turun, 41 tidak bergerak. Nilai transaksi terbilang tinggi, yakni Rp 29,8 triliun, melibatkan 56,6 miliar saham.
Bagaimana cara kerjanya?
Kapitalisasi pasar terperosok menjadi Rp 14.342 triliun. Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 631 miliar. Mengutip Refinitiv, hanya sektor energi yang berada di zona hijau, sedangkan sisanya parkir di zona merah. // Adapun penyebab anjloknya IHSG kemarin adalah imbas dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat menyusul kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah menutup perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Seiring menguatnya dolar AS di pasar global, pasca serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu.
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Secara teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami reli dalam beberapa pekan terakhir. Indikator RSI menunjukkan kondisi netral sehingga masih ada ruang untuk pergerakan lanjutan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Laba Rp 57 Triliun, Berapa Dividen yang Dibagi BRI? | Equityworld EWF Medan
- → Equityworld EWF Medan | Amarah Trump Membakar Asia: Rupiah-Yen Ambruk, Cuma China Adem Ayem
- → Harga Emas XAU/USD Hari Ini 17 Februari 2026: Turun di Bawah Level Psikologis $5.000, Investor Ambil Untung Saat Libur Imlek
