Equityworld Futures Medan – Update pasar: Equityworld EWF Medan | Usai Bertemu Prabowo, Saham Konglo Beterbangan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, CNBC Indonesia – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lima pengusaha nasional di Hambalang, Bogor, pada Selasa (10/2/2026) memberikan sentimen tersendiri bagi pasar modal. Diskusi yang berfokus pada kolaborasi pemerintah dan swasta dalam skema “Indonesia Incorporated” tersebut turut mempengaruhi pergerakan saham emiten terkait pada perdagangan Rabu (11/2/2026). Kelima pengusaha yang hadir adalah Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma (Aguan), Franky O. Widjaja, Garibaldi Thohir, dan Anthony Salim.
Sementara itu, grup usaha besar lainnya seperti Grup Bakrie dan Lippo tidak terlihat dalam pertemuan tersebut, namun pergerakan sahamnya tetap menarik perhatian pasar. Berikut adalah rincian kinerja saham berdasarkan grup konglomerasi: Emiten di bawah naungan Prajogo Pangestu mencatatkan penguatan yang solid dan merata.
Kenapa ini penting?
Sektor properti merespons positif isu percepatan pembangunan perumahan rakyat yang menjadi salah satu topik bahasan. Emiten properti milik Sugianto Kusuma kompak bergerak di zona hijau. // Pergerakan saham Grup Thohir cenderung stabil dengan kecenderungan menguat di sektor mineral strategis (nikel dan emas), sementara sektor energi fosil dan investasi lainnya cenderung stagnan. Portofolio Grup Sinarmas bergerak bervariasi (mixed). Sektor energi dan infrastruktur mencatatkan kinerja positif, sementara sektor properti kawasan industri dan telekomunikasi mengalami tekanan ringan. // // Grup Salim menunjukkan divergensi kinerja.
Emiten pertambangan (termasuk yang berkongsi dengan Bakrie) mengalami penguatan, namun emiten sektor konsumer dan ritel justru mengalami koreksi. // Meskipun tidak tercatat hadir dalam pertemuan Hambalang, saham-saham Grup Bakrie mencatatkan apresiasi harga yang signifikan di hampir seluruh lini usaha, mulai dari logistik, media, hingga perkebunan. Grup Lippo mencatatkan penguatan spesifik pada emiten properti, sejalan dengan sentimen sektor perumahan nasional. Namun, sektor ritel dan kesehatan masih berada di zona merah.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Equityworld EWF Medan | Jadi Jangkar Ekonomi RI, Seberapa Perkasa Manufaktur Kita?
- → Video: Mobil Jepang Bangun Pabrik Mobil Premium RI, Investasi Rp 400 M
- → Purbaya Bakal Gelontorkan Insentif! Saham Kapal Dapat Durian Runtuh
