Equityworld Futures Medan – Calon Gubernur BI Sebut Rupiah Harusnya Lebih Kuat dari Rp17.700/US$ | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menganggap, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih lebih rendah dari nilai fundamentalnya, alias undervalued. Ia mengatakan, kurs rupiah bahkan seharusnya masih bisa menguat dari level saat ini, yang tengah bergerak di kisaran Rp 17.700 per dolar AS. “Nilai rupiah kita sebenarnya bisa lebih rendah dari sekarang,” tutur Destry saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Destry menganggap, masalah tekanan rupiah ke belakang sebetulnya lebih disebabkan faktor sentimen, ketimbang masalah fundamental ekonomi Indonesia. “Masalahnya ada sentimen, market sentimen itu yang bisa timbulnya macem-macem, termasuk global sentimen, ini ngumpul jadi satu sehingga ini sebabkan pergerakan rupiah menjadi seperti sekarang ini,” tegas Destry.
Destry menilai, ketika faktor sentimen mereda, terbukti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mampu cepat menguat, begitu juga sebaliknya, ketika faktor sentimen memburuk, tekanan langsung terjadi. “Waktu positif itu rupiah bisa cepat turunnya dan kami tetap, kami akan selalu manfaatkan momentum. Pada saat sentimen positif tentu BI akan terus tetap ada di pasar, itu sudah jadi kewajiban kami jaga volatilitas dari rupiah, jadi jangka pendek ada pengaruh dari sentimen,” paparnya. Dalam kesempatan itu, Destry menegaskan, upaya jangka panjang untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah tentu harus terus dilakukan, terutama dengan memperbaiki neraca pembayaran Indonesia, melalui penguatan kinerja ekspor. “Jadi untuk jangka panjangnya kita punya tantangan sektor eksternal terkait bagaimana dari neraca pembayaran, balance of payment kita menjadi pekerjaan rumah kita semua tentunya, pemerintah, BI, dan semua masyarakat kita, adalah agar ekspor kita bisa kita tingkatkan, kemudian jasa,” tegas Destry.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Informasi ini disusun untuk menambah wawasan pasar. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Breaking News, IHSG Dibuka Lompat 2% Lebih | Equityworld EWF Medan
- → Stok BBM Dipastikan Aman Meski Rupiah Melemah | EQUITYWORLD SEMARANG | Equityworld EWF Medan
- → Dirut BEI Terpilih akan Lanjutkan Reformasi Pasar Modal | Equityworld EWF Medan
