0 0
Read Time:2 Minute, 54 Second

Equityworld Futures Medan – Kehilangan Tenaga: Harga Emas Sulit Tembus US$ 4.700, Perak Ambles | Equityworld EWF Medan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda para trader dan investor.

Jakarta, PT Equityworld Futures – Harga emas nyaris tak bergerak setelah sempat menembus level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Kenaikan emas mulai kehilangan momentum karena harga mendekati level psikologis penting US$4.700 per troy ons, sementara investor menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) pekan ini. Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (25/8/2026) ditutup di posisi US$ 4656,59 per troy ons atau menguat sangat tipis 0,11%. Kenaikan ini memperpanjang reli emas menjadi tiga hari beruntun dengan penguatan 3,07%.

Harga penutupan kemarin masih menjadi yang tertinggi dalam tiga bulan. Pada hari ini, Rabu (26/8/2026) pukul 06.39 WIB, harga emas ada di posisi US$ 4660,12 per troy ons atau menguat 0,08%.
// Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, menjelaskan emas kesulitan menembus level US$ 4.700. “Ini hanya penurunan momentum. Emas bergerak menuju level resistance kuat di sekitar US$4.700,” ujar Bart Melek, kepada Reuters.

Kenapa ini penting?

Emas sebelumnya sempat mencapai US$4.696,18 per troy ons didorong investor yang mencermati keputusan Departemen Keuangan AS menggandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang. Kebijakan tersebut turut menekan dolar AS hingga mencapai level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada pekan lalu. Kini, perhatian pasar tertuju pada data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS Juli yang dirilis hari ini serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat. Data PCE menjadi perhatian utama karena digunakan The Fed dalam menetapkan target inflasi 2%.

Tapi data inflasi produsen dan konsumen yang lebih lunak bulan ini mengurangi peluang kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat. Menurut CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini hanya memperkirakan probabilitas 38% untuk kenaikan suku bunga AS pada September.

Komoditas: Pergerakan harga komoditas ini berkorelasi dengan ekspektasi suku bunga global dan pertumbuhan ekonomi China. Untuk jangka pendek, trader dapat memanfaatkan volatilitas dengan manajemen risiko ketat.

Sentimen Pasar yang Mempengaruhi

Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.

Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.

Pandangan Teknikal Jangka Pendek

Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:

  • Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
  • Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
  • Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
  • Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut

Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.

Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.


Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.

Layanan Resmi PT Equityworld Futures:

* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.

📌 Baca Juga Artikel Terkait:

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *