Equityworld Futures Medan – Menyoroti Asing Net Sell Rp391,96 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya | Equityworld EWF Medan yang menjadi perhatian pelaku pasar hari ini. Kami sajikan data dan prospeknya.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah cukup dalam pada akhir perdagangan sesi pertama Senin (24/8/2026), berbalik arah setelah pekan lalu indeks menembus kembali level psikologis 6.500. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 12.00 WIB IHSG berada di level 6.480,64, melemah 45 poin atau 0,69% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.525,69. IHSG dibuka di level 6.544 dan sepanjang sesi pertama sempat menyentuh level tertinggi 6.551 serta terendah 6.474. Pelemahan indeks diikuti dengan 370 saham melemah, 233 saham menguat, dan 186 saham stagnan.
Nilai transaksi pada sesi I mencapai Rp9,02 triliun dengan volume perdagangan 24,79 miliar saham dalam 1,39 juta kali transaksi. Pekan ini pasar juga bakal ramai sentimen, mulai dari kocok ulang indeks FTSE Russell yang berpotensi menggeser klasifikasi sejumlah emiten RI, hingga pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole serta rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Sejalan dengan pelemahan indeks tersebut, berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp391,96 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari ini.
Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I mencapai Rp4,83 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar Rp2,22 triliun dan foreign sell Rp2,61 triliun. Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dengan nilai mencapai Rp160,84 miliar. Di posisi berikutnya terdapat PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai Rp73,79 miliar, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar Rp64,01 miliar. investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar Rp49,76 miliar, PT Indosat Tbk. (ISAT) Rp45,57 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp36,42 miliar.
Kenapa ini penting?
Tekanan jual juga terlihat pada PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp32,63 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) Rp30,69 miliar, serta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp29,04 miliar. Di sisi lain, sejumlah saham komoditas logam masih menjadi buruan investor global. PT Timah Tbk. (TINS) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp82,42 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp53,08 miliar. asing juga memborong PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp40,96 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp26,34 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp16,31 miliar.
Berikut daftar net foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi I Senin (24/8/2026).
Catatan Analisis: Pergerakan IHSG saat ini dipengaruhi sentimen global dan domestik. Investor disarankan mencermati sektor-sektor defensif seperti consumer goods dan infrastruktur. Support IHSG berada di level 6.800 sementara resistance di 7.000.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Makin Parah! Harga Emas Ambles 2%, Diramal Bisa ke US$ 3.500 | Equityworld EWF Medan
- → Harga Emas Antam Logam Mulia Hari ini Ambruk Rp65.000, Kini Rp2,8 Juta | Equityworld EWF Medan
- → Emiten Ayam (SIPD) Kecipratan Cuan MBG Prabowo, Laba Naik 783% | Equityworld EWF Medan
