Equityworld Futures Medan – Update pasar: Asing Mulai Balik ke SBN dan Saham Bikin Rupiah Makin Strong | Equityworld EWF Medan. Berikut pembahasan mendalam dari Tim Analis kami.
Jakarta, PT Equityworld Futures – Ekonom mengungkapkan investor asing mulai kembali melirik pasar obligasi pemerintah Indonesia atau surat berharga negara (SBN) dan pasar saham Indonesia, setelah sempat melepas kepemilikannya di SBN dan pasar saham RI. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede mengatakan asing kembali masuk ke dalam SBN sebesar US$0,93 miliar ke SBN, menandakan adanya perpanjangan penempatan dana asing di SBN. “Pada Agustus, ketika rupiah sudah mencapai sekitar Rp17.693/US$, terjadi arus masuk bersih sekitar US$2,08 miliar, terdiri dari sekitar US$0,93 miliar ke SBN, US$0,08 miliar ke saham, dan US$1,07 miliar ke SRBI,” kata Josua kepada PT Equityworld Futures, dikutip Senin (24/8/2026). Lebih rinci, kepemilikan asing pada SBN juga meningkat menjadi sekitar Rp909 triliun per 20 Agustus 2026, dari sebelumnya mencapai Rp892 triliun pada akhir Juli. “Secara kumulatif 2026, arus masuk ke ketiga pasar tersebut sekitar US$7,72 miliar.
Kepemilikan asing pada SBN juga meningkat menjadi sekitar Rp909 triliun per 20 Agustus dari Rp892 triliun pada akhir Juli 2026. Ini penting karena sebelumnya arus masuk sangat terkonsentrasi pada SRBI,” terang Josua.
Bagaimana cara kerjanya?
Hal ini pun membuat rupiah Kembali menguat. Bahkan penguatannya pun sudah terjadi dalam Waktu beberapa terakhir. Tapi Josua berharap penempatan dana asing di SBN masih bisa berlanjut agar rupiah bisa terus menguat dan asing tak lagi bergantung pada SRBI. “Salah satu syarat rupiah bisa menguat lebih adalah arus masuk ke SBN dan SRBI berlanjut,” ujar Josua. Ia juga berharap pemerintah dapat mengurangi ketergantungan dari arus dana jangka pendek melalui SRBI. “Hal terpenting sekarang bukan seberapa cepat rupiah menguat, tetapi apakah penguatan tersebut dapat bertahan dengan sumber yang lebih sehat, yaitu perbaikan transaksi berjalan, arus investasi langsung dan SBN, peningkatan pasokan devisa ekspor, serta berkurangnya ketergantungan pada arus dana jangka pendek melalui SRBI,” pungkas Josua.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa aliran investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 hingga 14 Agustus 2026 mencatat net inflows sebesar US$ 1,8 miliar.
Pergerakan Nilai Tukar: Rupiah masih dipengaruhi oleh data ekonomi AS dan harga komoditas ekspor Indonesia. Level psikologis Rp15.500 per dolar AS menjadi support penting yang perlu dipertahankan.
Sentimen Pasar yang Mempengaruhi
Dari sisi global, pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan kebijakan bank-bank sentral utama. Sementara dari domestik, aliran modal asing dan data neraca perdagangan menjadi katalis yang patut diperhatikan.
Tim Analis Equityworld Futures Medan mencatat beberapa faktor teknis yang juga berperan dalam pergerakan hari ini, di antaranya adalah level support-resistance terdekat serta pola volume perdagangan.
Sektor perbankan masih menjadi penggerak utama IHSG mengingat bobotnya yang besar. Namun sektor teknologi dan properti mulai menunjukkan minat beli dari investor asing.
Pandangan Teknikal Jangka Pendek
Berdasarkan pergerakan harga terkini, berikut adalah level-level penting yang perlu dicermati:
- Support 1: Level terdekat yang berpotensi menahan pelemahan
- Support 2: Level psikologis berikutnya jika support 1 tertembus
- Resistance 1: Target kenaikan terdekat dalam jangka pendek
- Resistance 2: Level berikutnya jika momentum penguatan berlanjut
Indikator Moving Average 50 hari masih berada di atas MA 200 hari (Golden Cross) yang mengindikasikan tren bullish jangka panjang masih terjaga. Namun trader perlu mewaspadai potensi koreksi jika terjadi jenuh beli.
Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Trading futures dan forex berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami risiko sebelum bertransaksi.
Informasi: Artikel ini ditulis oleh Tim Riset Equityworld Futures berdasarkan data pasar dan pemberitaan terbuka. Bukan rekomendasi investasi.
Layanan Resmi PT Equityworld Futures:
* Trading futures berisiko tinggi. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang ada.
📌 Baca Juga Artikel Terkait:
- → Cuan Besar! Setelah Wall Street, Bursa Korsel Tembus Rekor 8.000 | Equityworld EWF Medan
- → Airlangga soal Rupiah Tembus 17.300: Tugasnya BI Menjaga | Equityworld EWF Medan
- → Saat Presiden RI dan Satu Dunia Ketipu Sama Gunung Emas | Equityworld EWF Medan
